Straight News

Pameran 20 Tahun Munir: Desakan Keadilan yang Terabaikan

Dalam memperingati 20 tahun gugurnya Munir Said Thalib, aktivis Hak Asasi Manusia (HAM) Indonesia yang telah dibunuh dengan racun, Social Movement Institute (SMI) membuka pameran untuk umum pada 1/9/2024 di perpustakaan Universitas Sanata Dharma. Pameran tersebut dihadiri oleh beberapa kalangan mahasiswa hingga khalayak ramai untuk mengenang Cak Munir yang telah dibunuh saat akan melanjutkan studinya di Belanda melalui beberapa pigura dan tulisan.

(Dok/natas: Hemma Diyasa)

Eko Prasetya selaku penggagas SMI menyampaikan harapan dari pameran tersebut, seperti mengenalkan figur Cak Munir kepada anak-anak muda yang semasa itu belum lahir ataupun masih berada di sekolah dasar. Dengan demikian, mereka punya tokoh hero bahwa di negeri ini ada orang baik yang bisa memberikan inspirasi kepada anak muda. Kemudian juga berharap kampus mulai terlibat untuk meletakkan problem HAM bukan sebagai problem akademis, namun sebagai problem nilai dasar untuk mencapai keadilan. 

(Dok/natas: Patricia Michelle)

Pameran ini tak hanya terbuka di Yogyakarta saja, tetapi juga tersebar di sepuluh kota, seperti di Magelang dan Malang (Universitas Brawijaya). Selain dengan pameran Cak Munir, pihak SMI pun merencanakan proyek selanjutnya. “Iya mungkin kami sekarang lagi buat proyek tentang 10 tahun pemerintahan Jokowi ya, yang mungkin bisa jadi memori juga buat rakyat. Bagi kami pameran adalah suatu acara terpenting untuk membangun memori” ujar Eko prasetya.

Awak media pun mewawancarai salah satu pengunjung yang hadir dalam pameran tersebut. Salah satunya, Diaz. Melalui pameran ini, ia berharap pelaku segera ditangkap. “Biar cepat selesai lah kasusnya, karena kalau kasus Munir bisa selesai, kasus lain tentu bisa selesai karena polanya kan sama penggunaan aparat negara untuk kepentingan politik tertentu”ujar Diaz.

Tidak adanya transparansi dalam kejadian pembunuhan Cak Munir ini membuat keluarga, aktivis, dan masyarakat mendesak pemerintah untuk mengungkap dan membuka kembali penyelidikan terhadap siapa saja yang terlibat dalam kasus ini. Setidaknya, para pelaku pembunuhan ditangkap dan diberikan hukuman yang sesuai. Semangat perjuangan yang dilakukan oleh figur Cak Munir dalam mencari keadilan di Indonesia masih terus berlanjut hingga saat ini, khususnya dalam hal HAM dan politik.

Reporter: Andreas Kurniawan, Patricia Michele, dan Hemma Diyasa

Penulis: Hemma Diyasa

Editor: Andreas Kurniawan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.