Resensi Bumi Manusia

Judul              : Bumi Manusia
Penulis           : Pramoedya Ananta Toer
Penerbit         : Lentera Dipantara
Cetakan          : 17 Januari 2011
Isi                    : 535 hlm
ISBN               : 979-97312-3-2

                   Bumi Manusia adalah buku pertama dari Tetralogi Buru karya Pramoedya Ananta Toer. Buku ini ditulis Pramoedya ketika ia masih berada di Pulau Buru yang  mengisahkan tentang masa kejadian sekitar tahun 1898 hingga tahun 1918. Masa ini merupakan masa munculnya pemikiran politik etis dan masa awal periode Kebangakitan Nasional. Pramoedya juga mengutarakan bahwa pada masa ini juga menjadi awal masuknya pemikiran rasional ke Hindia Belanda dan masa awal pertumbuhan organisasi-organisasi modern yang juga merupakan awal kelahiran pola Revolusi Prancis. Isi dari buku  ini  menampilkan suasana dengan sangat apik dan detail. Lokasi yang diceritakan Pramoedya pada buku Bumi Manusia yakni Wonokromo yang merupakan kawasan perkebunan tebu, Surabaya, Blora.
Buku ini merupakan  karya yang sangat  mengagumkan. Sebab jika kita kaji dari segi isi dalam  paragrafnya, terdapat banyak sekali makna yang dituangkan di dalamnya begitu juga dengan pesan yang disampaikan secara tersirat maupun tersurat. Pram (sapaan singkatnya) membuat ceritanya mengalir begitu saja dengan berbagai konflik yang monumental. Kisah yang disajikan berlatar pada akhir abad 19 menjelang abad 20 yang  memuat tentang keadaan sosial pada saat itu dengan segala permasalahan yang ada.

                   Pram menuangkan kisah-kisah indah dalam buku ini dengan berbagai alur yang jelas dan mudah dipahami. Beliau banyak menggunakan kata-kata puitis dalam menggambarkan situasi dan alur ceritanya. Berbagai konflik yang  terjadi, semua ia gambarkan dengan nyata sesuai dengan kondisi. Alur ceritanya begitu menarik untuk di ikuti, keadaan masyarakat pada masa pemerintahan Hindia Belanda digambarkan dengan begitu jelas dalam  buku ini.

               Buku ini layak  dibaca untuk semua kalangan remaja, mahasiswa dan orang dewasa. Akan tetapi dilain pihak, buku ini kurang pantas  dibaca oleh anak-anak, karena bahasa yang digunakan dalam penceritaannya bernilai sastra dan bernuansa kedewasaan, sehingga terlihat kurang etis apabila  dibaca oleh anak-anak dibawah umur. Selain gaya bahasanya yang  tinggi, Bumi Manusia juga memicu daya pikir yang tinggi dalam setiap alur cerita yang dituangkan dalam paragrafnya. Itulah kekurangan dari buku ini yang bahasanya sulit dimengerti  dengan  alurnya yang sangat mudah untuk dipahami. Cerita dalam buku ini begitu indah, menarik dan berbobot. Adapun penggunaan tata bahasa dan pemilihan kata begitu baik sehingga memudahkan pembaca memahami alur ceritanya serta merasa puas dalam membacanya. Banyak sekali nilai dan pesan-pesan bernuansa humanisme dalam buku ini.

Penulis        : Anna Ayuningtyas (Mahasiswi Program Studi Biologi USD)

Editor          : Fani Stefani

Satu tanggapan untuk “Resensi Bumi Manusia

  • 18 Maret 2019 pada 3:56 pm
    Permalink

    Karsa~

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *