Mahasiswa Baru dan Rumput Lapangan Baru

Senin, 12 Agustus 2019 – Lapangan Realino, Universitas Sanata Dharma
Doc : Vincentius Dandy

 

Natasmedia.com – Inisiasi mahasiswa baru di Indonesia, bukan lagi hal yang baru, khususnya di Universitas Sanata Dharma (USD). Inisiasi yg diselenggarakan oleh USD ini dikenal dengan sebutan INSADHA (Inisiasi Sanata Dharma). Kegiatan ini merupakan acara rutin yang dilaksanakan setiap penerimaan mahasiswa baru dan rangkaian kegiatan tidak jauh berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Namun, untuk INSADHA tahun ini memiliki keistimewaan tersendiri, yakni bertepatan dengan renovasi Lapangan Realino.

Bersamaannya INSADHA dengan renovasi Lapangan Realino, mau tidak mau lapangan (yang masih dalam proses pengerjaan) menjadi taruhan untuk INSADHA. Bahkan sama seperti tahun sebelumnya, malam inaugurasi akan dilaksanakan di Lapangan Realino. Padahal, tahap renovasi belum selesai sepenuhnya.

Menurut keterangan Hari (44), salah satu pekerja renovasi lapangan, mengatakan bahwa Lapangan Realino belum diserahterimakan kepada pihak kampus, dan itu belum selesai sepenuhnya. “Ini sebetulnya belum serah terima, karena masih 80—90%,” ujar Hari.

Hari juga menjelaskan bahwa pihak kampus telah meminta izin kepada pihaknya untuk menggunakan lapangan. Dari pihaknya tidak masalah kalau lapangan (yang masih dalam perawatan intim ini) digunakan untuk upacara atau kegiatan yang tidak terlalu ekstrem. Namun, ia tidak mengetahui akan digunakan untuk INSADHA dan diinjak oleh banyak orang apalagi ketika malam inaugurasi tiba dan akan diinjak oleh ribuan mahasiswa. “Saya sendiri gatau kalo diinjak banyak orang, apalagi dipakai seperti ini,” ujar Hari. Ia juga mengatakan rumput yang berada di tengah mulai kering karena sering terinjak-injak. “Rumput yang tengah udah mulai kering, kayaknya  keseringan keinjak-injak,” tambahnya.

Lapangan Standar Internasional

Renovasi lapangan yang dilakukan USD ini karena rektor menginginkan lapangan dengan standar internasional. “Kita ingin lapangan sebagus [yang dipakai] Manchester United!” seru Eka Priyatma (55), Rektor Universitas Sanata Dharma.

Eka Priyatma juga menjelaskan, sejak ia menjabat sebagai rektor sudah ada wacana untuk renovasi Lapangan Realino dan menjadikannya lapangan yang sekelas internasional. “Saya sudah ngomong, besok lapangan itu dibuat seperti [yang dipakai] Manchester United, ujar Eka.

Berdasarkan keterangan tambahan dari Hari, Lapangan Realino memiliki panjang 100 meter dan lebar 65 meter. “Bisalah dipake buat sepak bola lokal,” ujar Hari. Ia juga menambahkan bila nantinya lapangan ingin disewa bisa saja, karena sudah memenuhi standar. “Kalo buat sparing klub bisalah, apalagi liga 1 dan liga 2 ini udah sesuai standar kok”.

Menurut sumber yang didapat, lapangan standar internasional memperlukan kriteria yaitu panjang antara 100 meter hingga 110 meter dan lebar antara 64 meter hingga 75 meter – dilansir dari https://perpustakaan.id/ukuran-lapangan-sepakbola-standar-nasional-internasional-fifa/ (12 Agustus 2019, pukul 03:34 WIB)

 

Bagaimana dengan Perawatannya?

Menurut keterangan Hari, rumput di Lapangan Realino sebenarnya memakan waktu 2-3 bulan untuk masa perawatan, tapi karena air lambat dan harus menunggu pipa sprinkler (pipa siram yang ditanam), oleh sebab itu jadi memakan waktu lebih lama lagi. “Makanya rumput pertumbuhannya kurang, yang paling utama itu air sama pupuk.” Lebih jauh Hari mengatakan kalau rumput yang masih dalam masa perawatan itu merupakan rumput yang sensitif karena akarnya belum sempurna. “Istilahnya ini masih rumput muda, masih labil.”

Sebenarnya Lapangan Realino ditargetkan bisa diserahterimakan kepada pihak kampus 5-6 bulan dari awal pengerjaan. Tinggal menunggu keputusan apakah serah terima dilaksanakan sebelum malam inaugurasi (17 Agustus) atau sesudahnya. Namun, karena digunakan untuk INSADHA dan malam inaugurasi bisa saja serah terimanya mundur lantaran menambah waktu pemulihan kerusakan rumput. “Ini kan belum serah terima, nanti kalau ada komplain waktunya mundur lagi, maka dari pihak kami tidak bertanggung jawab,” tegasnya.

Di sisi lain, Supomo (59) dari CV Cipta Flora sebagai pemegang proyek renovasi lapangan menjelaskan jika lapangan tersebut hanya digunakan untuk kegiatan yang bergerak biasa saja seperti INSADHA yang tidak terlalu menyebabkan kerusakan. Hanya saja harus dihindarkan dari kawat, paku, puntung rokok, sampah, dan yang terpenting tidak membuat lubang-lubang. “Bergerak biasa-biasa menurut saya tidak terlalu menyebabkan kerusakan, kecuali bikin lubang-lubang harus dihindari,” papar Supomo.

Perihal mahalnya biaya perawatan rumput, Supomo memberikan saran bila biaya perawatan tidak tertutupi bisa saja ia mempromosikan ke pihak lain. “Kalo Sadhar enggak bisa menutup biaya perawatan lapangan, saya bisa saja menawarkannya ke liga 1, liga 2, atau Timnas untuk berlatih,” ujar Supomo. Ia juga menambahkan terkait biaya perawatan. “Kalo satu kali lapangan disewa dua juta, terus delapan kali dalam sebulan ada yang memakai, kan lumayan 16 juta sudah ketutup,” ujar Supomo.

                                                                        

Lapangan untuk siapa?

Foto diambil 29 Juli 2019 – Saat inisiasi berlangsung
Doc : Johan Arkiang

Idealnya, lapangan sepak bola hanya digunakan untuk aktivitas sepak bola saja. Demi menjaga kualitas rumput lapangan dan mencegah kerusakan fatal bagi rumput. Namun, Eka Priyatma menyatakan bahwa lapangan bisa digunakan oleh mahasiswa Universitas Sanata Dharma. “Lapangan untuk semua mahasiswa, selagi kepentingannya tidak merusak lapangan,” tegas Eka.

Selain untuk kegiatan mahasiswa, nantinya lapangan akan dipromosikan juga untuk pertandingan antar klub maupun antar SMA. “Kalau ada sisa waktu ya disewakan untuk biaya perawatan,” imbuh Eka.

“Lapangan itu punya bersama dan bukan saja hanya lapangan, tapi semua yang ada di kampus ini untuk mahasiswa,” tegas Eka.

Eka Priyatma menyangkal bahwa renovasi lapangan ada hubungannya dengan peningkatan akreditasi kampus. “Akreditasi kampus kita sudah lebih dari cukup dibanding perguruan tinggi lain,” jelas Eka. Menurut Eka, akreditasi berhubungan dengan fasilitas dasar seperti kinerja, gedung, ruang kelas, karya ilmiah, lulusan tepat waktu, dan jumlah mahasiswa.

Reporter       : Mila AD & Vincentius Dandy

Penulis          : Vincentius Dandy

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *