Klarifikasi, Syarat dan Ketentuan Sayembara

Sebagai pertanggungjawaban redaksi, kami meminta maaf atas kebingungan pembaca mengenai Sayembara 19 April – 3 Mei 2020. Kami juga berterima kasih kepada pembaca setia natas, yang memberikan kritik tajam terhadap kami atas adanya Sayembara ini. Untuk itu, kami mengakui kesalahan dengan tidak menpublikasikan syarat dan ketentuan dan akan menjawab kesalahan tersebut. Berikut penjelasannya:

Karya yang telah diupload berarti telah lolos verifkasi. Hal ini melihat:
1) Hasil karya individu, bukan kolektif;
2) Tidak melakukan plagiarisme;
3) Tulisan tidak diterima apabila pernah dimuat pada sayembara lain, dimuat dalam buku, ataupun dimuat media lainnya;
4) Kesesuaian dengan KBBI; dan
5) Kesesuaian tema.

Untuk semua karya yang telah masuk dan terverifikasi, akan diunggah sebagai tanda terima kasih karena telah berpartisipasi sekaligus menghargai setiap karya yang ada. Hasil pemenang sayembara akan diumumkan setelah masa sayembara berakhir.

Terkecuali opini, penilaian karya sastra akan dijelaskan sebagai berikut :

Kategori cerpen:
Penilaian pertama dilihat dari formal cerpen yang memuat:
1) judul;
2) nama pengarang;
3) dialog; dan
4) narasi.

Penilaian kedua dilihat dari kelengkapan unsur intrinsik cerpen yang memuat:
1) fakta cerita (plot, tokoh, dan latar);
2) sarana cerita (sudut pandang, penceritaan; gaya bahasa, simbolisme, dan ironi); dan
3) pengembangan tema yang relevan dengan judul.

Penilaian ketiga dilihat dari keterpaduan unsur/struktur cerpen yang memuat:
1) kaidah plot (rasa ingin tahu, kejutan, dan keutuhan) dan penahapan plot (awal, tengah, akhir);
2) dimensi tokoh (fisiologis, psiklogis, dan
sosiologis); dan
3) dimensi latar (tempat, waktu dan sosial).

Penilaian keempat dilihat dari kesesuaian penggunaan bahasa cerpen denga memuat:
1) kaidah PUEBI;
2) keajekan penulisan; dan
3) ragam bahasa yang disesuaikan dengan dimensi tokoh dan latar.

Kategori Puisi:
Penilaian pertama : Kelengkapan aspek formal puisi
1) judul;
2) pengarang;
3) tipogafi (bait dan larik); dan
4) titimangsa penulisan.

Penilaian kedua : Keselarasan unsur puisi
1) citraan;
2) majas;
3) rima dan irama; dan
4) diksi dan idiom (ketepatan pemilihan dan pengungkapan kata).

Penilaian ketiga : Kejelasan hakikat puisi
1) pengembangan tema/isi puisi yang disesuaikan dengan judul puisi
2) amanat (baik tersurat maupun tersirat); dan
3) sikap penulis (baik terhadap tema puisi maupun kepada pembaca yang dituju).

Terima kasih atas perhatiannya, selamat membaca dan selamat menulis.

Hormat,

Pemimpin Redaksi

Vincentius Dandy

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *