Kesulitan Kuliah Online bagi Mahasiswa Universitas Sanata Dharma

Pandemi Covid-19 telah menjadi momok baru bagi masyarakat dunia, tak terkecuali para mahasiswa. Selama sebulan belakangan, kalangan mahasiswa dan dosen telah dirumahkan guna meminimalisir terpaparnya Covid-19. Namun, proses belajar mengajar tetap berjalan sebagaimana mestinya dengan mengandalkan kuliah online.  

Dalam skema kuliah online, divisi Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Natas mengadakan jejak pendapat bagi para mahasiswa dan telah diseleksi menjadi 60 responden. Hal tersebut berguna untuk mengetahui apa saja yang didapat pada kuliah online dan keluh-kesah mahasiswa akibat kuliah online.

Seluruh mahasiswa yang telah menjadi responden akan diberikan jaminan keamanan dengan merahasiakan nama dan alamat email yang tertera dalam penulisan ini. Akan tetapi, nama dan alamat email para mahasiswa tersebut akan disimpan oleh Litbang Natas guna diarsipkan.

Mahasiswa Setuju dan Tidak Setuju Kuliah Online

Berdasarkan data yang didapat, sebanyak 25 dari 60 mahasiswa tidak setuju dengan adanya kuliah online. Mahasiswa yang menyatakan tidak setuju adalah mahasiswa yang merasakan akibat dari tidak efektifnya kuliah online, seperti beberapa mahasiswa  yang menulis dalam jajak pendapat “Masih ragu, karena apakah masuk akal apabila praktikum dilakukan dengan daring?” dan ada pula mahasiswa yang menulis, “Sangat tidak setuju karena ada beberapa mahasiswa yang tidak cukup kuota dan sinyal karena kondisi ekonomi”. Selain itu, salah satu mahasiswa yang tidak setuju dengan kuliah online, tetapi berpasrah diri menulis “nggak setuju sih, tapi mau gimana lagi?”.

Hasil jajak pendapat mahasiwa Universitas Sanata Dharma mengenai perkuliahan online. (Sumber: Litbang Natas / Dionisius Dwi)
Hasil jajak pendapat mahasiwa Universitas Sanata Dharma mengenai perkuliahan online. (Sumber: Litbang Natas / Dionisius Dwi)

Mahasiswa yang setuju dengan perkulihan online mendominasi jajak pendapat, yaitu dengan total suara sebanyak 35 dari 60 mahasiswa. Akan tetapi, 10 dari 35 mahasiswa ini memberikan ‘catatan’ atas kesetujuan mereka terhadap kuliah online. Mahasiswa menginginkan adanya sistem yang jelas terkait perkuliahan online ini, “Karena susah juga jika dosen sulit untuk memahami teknologi dan aplikasi yang digunakan untuk kuliah online” tulis salah satu mahasiswa yang setuju.

Adapun beberapa mahasiswa yang setuju dengan catatan menuliskan, “Setuju, namun diperbaiki lagi sarana dan prasarananya”.

“Setuju sih, tapi sayang banget lebih banyak tugas online dibandingkan kuliah online”.

“Setuju, tapi ini bukan tugas online.”

Nggak ada masalah sih sebenarnya, tapi coba tolong beneran kuliah online bukan malah tugas online. Kebanyakan tugas juga nggak baik buat kesehatan mental mahasiswa dan belum lagi imun tubuh dapat hancur karena beban pikiran akibat tugas”.

Pengalaman Mahasiswa saat Kuliah Online

Pada beberapa mahasiswa, pengalamannya hampir serupa saat kuliah online, yakni jenuh saat melakukan proses belajar seperti ini. Menurut pengakuan beberapa mahasiswa dalam jajak pendapat, mereka belum terbiasa terhadap perubahan sistem kuliah online.

Selain itu, ada juga yang mengaku bahwa kuliah online ini sangat unik dan lucu.  Hal ini karena mahasiswa tersebut saat bangun tidur menggunakan aplikasi zoom dan melihat muka teman-temannya. “Pengalaman saat kuliah online menurut saya cukup unik dan lucu, contohnya saja ketika saya harus kuliah online jam 7-9 pagi dan kami menggunakan aplikasi Zoom untuk mengikuti kuliah online. Yang lucu pas lihat muka  kami yang sangat lucu, karena baru bangun tidur dan tidak ada persiapan sama sekali buat mengikuti kuliah online. Alhasil banyak yang masih mengantuk, bahkan ketika dipresensi, masih ada mahasiswa yang menguap ketika menyahuti panggilan dosen”.

Pengakuan lainnya, “Jujur, saya sempat mendapat beberapa kendala pada saat kuliah online. Yang pertama; saya belum memiliki kuota pada saat awal kuliah online, kedua; saya tidak memiliki laptop untuk mengerjakan tugas, dan ketiga; saya orangnya malas belajar mandiri butuh motivasi yang kuat agar bisa belajar mandiri”.

Pesan Mahasiswa

Dalam pertanyaan terakhir jajak pendapat, mahasiswa memberikan pesan mereka untuk disampaikan kepada khalayak. Berikut ini adalah beberapa pesan-pesan mereka yang kami pilih:

“Kalau bisa, itu paket data dari kampus buat 2 provider bukan hanya di belajar.usd aja, tapi buat platfrom lain atau enggak dibebasin aja gitu dari kampus, karena banyak dosen yang nggak pakai belajar.usd karena lemot. Jadi, milih ke platform lain kaya Zoom dan Google Classroom yang itu nyedot kuota banyak banget!”

“Saya rasa, perkuliahan daring perlu dipertimbangkan. Suatu saat, kita pasti akan mendapatkan era seperti ini. Pembelajaran tidak lagi tatap muka tapi full-online class

“Coba kampus memahami kondisi mahasiswa yg kurang fasilitas dan hanya bisa mengakses lewat fasilitas kampus.”

“Kuliah daring janganlah menjadi wadah untuk memberikan penugasan secara berlebihan. Seharusnya kuliah daring menyajikan inovasi dan kenyamanan di dalam pembelajaran agar mahasiswa dapat memahami materi perkuliahan.”

“Subsidiin kuota, uang SKS dan UKT dialokasikan. Jadi, ga cuma web belajar.usd juga karena yang yang nyedot banyak kuota untuk kuliah online bukan dari belajar.usd, tapi aplikasi lain”.

Reporter: Dionisius Dwi

Penulis: Vincentius Dandy

Editor: Veronica Septiana

Ilustrator: Helena Winih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *