Donor Darah: Langkah Nyata KMHD Swastika Taruna

Ada yang berbeda pada pagi menjelang siang di tengah hiruk pikuk kesibukan kampus 3 Universitas Sanata Dharma, Paingan pada Jumat (3/5) lalu. Tepat di pelataran Hall selatan terlihat beberapa orang berbaring demi mendonorkan darahnya. Lantas, siapa yang mengira bahwa Aksi Donor Darah yang diselenggarakan tersebut, merupakan buah kerja keras Keluarga Mahasiswa Hindu Dharma atau yang lebih dikenal dengan KMHD Swastika Taruna Universitas Sanata Dharma.

Jika menengok beberapa tahun ke belakang, KMHD memang rutin melaksanakan berbagai program bakti sosial, seperti menyumbang ke panti asuhan atau kegiatan semacamnya. Namun, pada awal Mei 2019 ini, komunitas kerohanian yang telah berdiri sejak 1999 tersebut memiliki langkah baru dalam menujukkan eksistensinya terkait aksi nyata kemanusiaan, yakni menggalakkan kegiatan donor darah.

I Made Revaldi Sukma Batara atau yang akrab disapa Reva, seorang mahasiswa anggota KMHD yang bertindak selaku ketua panitia pada aksi tersebut, menyampaikan bahwasanya ketua KMHD tahun ini memiliki visi misi yang sejalan dengan semangat komunitasnya. Oleh karena itu, diadakannya donor darah ini selain merealisasikan visi misi ketua, juga diharapkan dapat membantu dalam lini kesehatan.

Tidak bekerja sendirian, KMHD pun turut menggandeng salah satu rumah sakit di daerah Sleman, yaitui Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) DR. Sadjito, untuk menjalin kerja sama terkait aksi tersebut. Diketahui sebelumnya, KMHD gagal menjalin kerja sama dengan PMI karena ketidaksesuaian waktu. Meski begitu, pada akhirnya aksi donor darah tetap dapat terealisasi. Alhasil sejak pukul 09.00 aksi dimulai, terlihat cukup banyak mahasiwa bergantian datang dari pelbagai program studi dan fakultas yang berantusias mendonorkan darahnya.

“Ini sebenarnya melebihi dari target kita, karena ini cuma session dari jam sembilan (pagi) sampai jam satu. Nah, jadi kita berpikir, paling-paling cuma bisa 30 kantong saja karena ini hari biasa apalagi hari Jumat ’kan? Jadi target kita sebenarnya hanya 30 pendonor tetapi sampai sekarang (pukul 13.00) ini sudah sekitar 48 yang mendonor. Jadi partisipasinya sangat membantu,” ucap Reva kala ditanya partisipasi mahasiswa.

Tampak beberapa mahasiswa berpastisipasi dalam aksi donor darah yang diselenggarakan oleh Keluarga Mahasiswa Hindu Dharma (KMHD) Swastika Taruna (3/5) di Pelataran Hall Selatan, Kampus 3 Universitas Sanata Dharma, Paingan.

Terkait alasan memilih kampus 3 Paingan sebagai lokasi diselenggarakanya aksi, Reva menjelaskan bahwa mulanya KMHD menargetkan untuk membuat aksi donor darah di kampus Mrican dan kampus Paingan. Namun, ternyata beberapa hari sebelumnya di kampus Mrican sudah ada salah satu peyelenggara yang mengadakan kegiatan serupa. Jadi, atas pertimbangan tersebut maka hanya diadakan di Paingan saja.

Mengutip dari laman Departemen Kesehatan Indonesia, berdasarakan standar WHO jumlah kebutuhan darah di Indonesia sekitar 5,1 juta kantong darah pertahun (2% jumlah penduduk Indonesia), sedangkan produksi darah dan komponennya saat ini sebanyak 4,1 juta kantong dari 3,4 juta donasi. Dari jumlah darah yang tersedia, 90% di antaranya berasal dari donasi sukarela.

Aksi-aksi donor darah yang dilakukan KMHD ini pun turut membantu untuk memenuhi kuota kebutuhan darah negara karena masih banyak kuota darah yang dibutuhkan setiap tahun, apalagi masih banyaknya dari kita yang belum mengerti pentingnya mendonorkan darah. Selain hal tersebut, kegiatan donor darah itu juga sebagai bentuk sosialisasi terhadap mahasiswa bahwa betapa berharganya satu liter darah yang kita berikan.

Sebagai ketua aksi, Reva menganggap dengan diadakannya aksi donor darah ini, KMHD ingin membuka mata setiap orang dari komunitas dan perkumpulan apapun untuk bisa melakukan aksi-aksi sosial serupa. Masih banyak cara untuk membantu orang-orang dengan aksi nyata, seperti memberi makanan kepada orang yang membutuhkan atau kegiatan semacamnya dengan lebih kreatif.

Dari sekian runtutan penjelasan Reva, terdapat salah satu keterangan menarik darinya ketika diungkit terkait makna semboyan “Give Blood Give Life” yang dipakai dalam acara yang diketuainya tersebut.

“Jadi Give Blood Give Life, memang sebuah kata-kata yang kita gunakan untuk mewakili aksi donor darah ini karena kita tahu sendiri donor darah berguna sekali untuk orang-orang yang kekurangan darah atau memerlukan darah sesegera mungkin di rumah sakit untuk menggantikan darahnya yang hilang karena pendarahan atau semacamnya. Jadi (esensinya) darah kita ini, sama dengan memberikan harapan kehidupan untuk  orang lain yang membutuhkan,” ujarnya mengakhiri sesi wawancara.

Penulis : Fajar Waskito

Editor  : Louis King

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *