“DESA BELAJAR” RESMI DIGELAR

Natasmedia.com – Kegiatan “Desa Belajar” resmi digelar pada Minggu (1/3/2020). Desa Belajar adalah salah satu program kerja dari Kementerian Sosial Masyarakat Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Sanata Dharma yang dipelopori oleh sebuah kepanitiaan di bawahnya. Acara pembukaan kegiatan Desa Belajar ini dihadiri oleh Kepala Padukuhan Tanjungsari, Bapak Djamin dan beberapa Ketua RT setempat. Selain itu juga turut hadir Presiden Mahasiswa Universitas Sanata Dharma, Heribertus Agil dan Wakil Presiden Mahasiswa, Patricia Amarta.

            Padukuhan Tanjungsari, Desa Sukoharjo, Ngaglik, Sleman adalah lokasi yang dipilih sebagai sasaran kegiatan Desa Belajar. Kepala Padukuhan Tanjungsari, Bapak Djamin berharap agar kegiatan ini dapat bermanfaat bagi anak-anak di Padukuhan Tanjungsari. “Anak-anak di tingkat PAUD, bahkan sampai SD, ada yang belum bisa membaca. Semoga kegiatan dari anak-anak Sanata Dharma ini dapat bermanfaat bagi anak-anak di desa kami sehingga mereka dapat berprestasi,” tutup Bapak Djamin dalam kata sambutannya.

Doa pembuka pada kegiatan Desa Belajar
(Doc: Louis King)

Harapan serupa juga disampaikan oleh Presiden Mahasiswa Universitas Sanata Dharma, Heribertus Agil, “Program ini dibuat karena kita berharap mahasiswa turut aktif dalam memberdayakan masyarakat dengan membagi ilmu yang dimilikinya kepada masyarakat luas. Ini fokusnya ke anak-anak PAUD sampai kelas VI SD. Kita juga ingin menunjukkan ke masyarakat bahwa Sanata Dharma mampu memberikan dampak yang nyata bagi masyarakat, dalam bidang pendidikan maupun bidang sosial”.

            Lewi Hansen Situmorang, ketua panitia Desa Belajar 2020 mengatakan bahwa salah satu harapan dari Desa Belajar adalah untuk membangun relasi dengan Padukuhan Tanjungsari. “Dengan adanya kegiatan Desa Belajar ini, kami berharap mahasiswa Sanata Dharma memiliki pengalaman dalam bidang mengajar secara langsung, yaitu dengan turun ke lapangan. Saya juga berharap agar anak-anak di desa ini mendapat pembelajaran yang bermakna, khususnya mental attitude. Kita juga ingin membangun hubungan yang baik dengan masyarakat di Padukuhan Tanjungsari,” tambah Lewi.

            Program kerja Desa Belajar juga dibekali dengan hadirnya 26 anggota kreator atau pengajar yang merupakan mahasiswa aktif Universitas Sanata Dharma. Kresensius Ericsen sabagai Steering Commitee panitia Desa Belajar mengaku bahwa tujuan besar diadakannya kegiatan ini untuk menanamkan budaya membaca pada anak-anak di Padukuhan Tanjungsari.

            “Tujuan utama diadakannya kegiatan Desa Belajar itu sendiri yaitu mengarah ke kegiatan literasi, mengingat kebiasaan anak zaman sekarang yang cenderung main HP aja dan lupa membaca buku. Nah, kita mau meningkatkan literasi anak-anak lewat membaca buku. Kita juga akan fokus ke pengajaran mental attitude agar sikap yang baik dari anak-anak dapat dibentuk sejak dini,” jelas Ericsen.

            Pembukaan kegiatan Desa Belajar dibarengi dengan pengenalan para kreator dan panitia, lalu ditutup dengan simbolisasi penyerahan anak-anak Padukuhan Tanjungsari oleh Kepala Dukuh kepada para kreator dari Universitas Sanata Dharma. Kegiatan pengajaran anak-anak di Padukuhan Tanjungsari akan berlangsung rutin beberapa minggu ke depan.

Reporter dan Penulis   : Louis King

Editor                          : Susiani Suprapti

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *