Aliansi Sadhar Bergerak: Aksi di tengah Pandemi Sebagai Bentuk Solidaritas Pendidikan

Senin, (22/6) Aksi bertajuk “Pendidikan Gratis Demokratis dan Bervisi Kerakyatan” dihelat di depan patung Driyarkara kampus II Universitas Sanata Dharma (USD).

Yogyakarta, natasmedia.com — Aksi bertajuk “Pendidikan Gratis Demokratis dan Bervisi Kerakyatan” dihelat di depan patung Driyarkara kampus II, Universitas Sanata Dharma (USD). Aksi tersebut diprakarsai oleh Aliansi Sadhar Bergerak (ASBAK) dan kemudian diikuti oleh beberapa kampus yang ada di Yogyakarta, seperti Universitas Islam Indonesia (UII), Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa APMD (STPMD APMD), Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Universitas Ahmad Dahlan (UAD), dan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY).

Kehadiran mahasiswa kampus lain merupakan salah satu bentuk solidaritas untuk membangun kekuatan bersama, sebab mengingat banyak mahasiswa yang pulang ke kampung halaman setelah diberlakukannya karantina wilayah.

ASBAK memulai aksi pada pukul 12.28 dengan merapatkan barisan di depan patung Driyarkara dan disertai atribut berisi tuntutan mereka. Kemudian, pada pukul 12.35 dilanjutkan dengan orasi oleh koordinator lapangan, Johanes Tri Wibowo, disusul orasi mahasiswa lain serta pembacaan puisi.

Johanes, ketika diwawancarai natasmedia.com mengatakan bahwa tuntutan kali ini lebih ditujukan kepada Universitas Sanata Dharma yang mana sasarannya adalah pengelolaan dana, alokasi dana, dan transparansi dana yang diberikan negara. Aksi tersebut juga diikuti dengan teatrikal mencuci jas almamater sebagai simbol cuci tangan oleh pihak kampus di tengah pandemi.

Aliansi gabungan sedang bersiap untuk memulai aksi mereka (Dok: natas/Andreas Pramono)

“Ketika pembayaran UKT masih normal seperti biasa kan ini perlu dipertanyakan, masa enggak ada kampus manapun yang mau memotong biaya perkuliahan,” Kata salah satu pengisi pembacaan puisi, Ivo Trias J.

Menurut Ivo, pembebasan biaya kuliah selama dua semester tidak realistis, tetapi pengurangan biaya sangat dimungkinkan, sebab tak sedikit orang tua mahasiswa yang kesulitan dalam pembiayaan kuliah.

Senada dengan Ivo, Riza Aldi, salah satu mahasiswa UII yang ikut dalam barisan solidaritas memaparkan keresahannya terkait biaya pendidikan di masa pandemi.

“Karena situasi kita hari ini adalah pandemi dan pasti krisis ekonomi di Indonesia itu terjadi, dan PHK massal itu terjadi juga, dan berhubungan juga dengan biaya pendidikan yang membuat banyak orang tua keberatan untuk membayar biaya pendidikan itu sendiri,” imbuhnya.

Aksi di USD hari ini merupakan rangkaian dari aksi geruduk kampus bersama aliansi antar kampus di Yogyakarta. Selanjutnya, massa aksi akan bergerak di STPMD APMD pada 23 Juni, dilanjutkan tanggal 26 Juni di UII, dan terakhir pada 29 Juni di PP Dikti Muhammadiyah. Gabungan dari UMY, UAD, dan Universitas Aisyiyah (Unisa) akan menuntut penggratisan biaya kuliah.

”Kami berharap Universitas Sanata Dharma memberikan potongan UKT 50 persen dan memberikan transparansi, entah itu pengelolaan dana atau alokasi dana”, tutur Johanes.

Reporter: Dionisius Dwidarmoprojo

Penulis: Andreas Yuda

Editor: Artania Sidauruk

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *