Lewat Dayak Nite, Mari Kita Lestarikan Budaya Dayak

                Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Pakat Dayak pada hari Minggu, 5 November 2017 lalu kembali mengadakan acara Dayak Nite, yang pada tahun ini merupakan kali ketujuh acara tersebut berlangsung. Bertempat di Auditorium Driyarkara Kampus II Universitas Sanata Dharma dan dimulai pada pukul 18.30 WIB, acara yang bertemakan “Pererat Integrasi Bangsa, Merangkul Tradisi Leluhur” dan membutuhkan dana/biaya sejumlah 26 juta rupiah ke atas ini terbuka untuk umum, terlihat dari tidak hanya mahasiswa Sanata Dharma atau Universitas Atmajaya saja yang menonton, tetapi juga mahasiswa dari universitas-universitas lain. Penampilan dalam acara ini juga tidak kalah semarak, dimulai dengan tari-tarian daerah dari Pakat Dayak, berlanjut dengan para guest star, RKS Project, Uyau Moris, Tengku Fadly, Tino Ame, dan Komunitas Tari UAJY (Universitas Atmajaya Yogyakarta).

               Dayak Nite merupakan acara tahunan dari Pakat Dayak yang sudah terealisasikan sejak tahun 2010 untuk pertama kalinya di Beringin Soekarno. Apa latar belakang dari terselenggaranya acara ini? “Di Yogyakarta terdapat banyak orang-orang Kalimantan, melalui acara ini bisa menyatukan orang-orang Kalimantan di sini, dapat saling mengenal dan lain sebagainya, juga supaya masyarakat juga bisa ikut mengenal budaya dan tradisi orang-orang Kalimantan. Kami menyampaikannya melalui tari-tarian yang ditampilkan. Untuk penonton acara ini bebas, tidak hanya orang Dayak saja. Dan dari penampilan yang ada masyarakat juga bisa mengenang budaya dan tradisi Dayak itu seperti apa.”, begitu penjelasan dari ketua panitia Dayak Nite, Andru Winata mengenai latar belakang terselenggaranya acara.

               Persiapan yang dilakukan kira-kira sekitar dua bulan sebelum acara dengan membentuk panitia, yang terdiri atas sekitar 66 orang yang terlibat, termasuk crew. Kontribusi yang diberikan oleh panitia terlihat dari keikutsertaan setiap panitia secara total dalam bekerja sama, serta tidak adanya pembagian divisi. Anggota panitia juga tidak hanya orang-orang Dayak saja, begitu juga mereka yang menampilkan tari-tarian adat Dayak pada saat acara tadi berlangsung, tapi juga mereka yang berasal dari daerah lain.

               Andru menjelaskan bahwa ia sebenarnya merupakan ketua bidang umum., namun dikarenakan ketua panitia yang terpilih sedang sakit, ia juga merangkap untuk menangani berlangsungnya acara ini. Baginya, kendala yang dihadapi sebagai ketua panitia adalah saat terjadi adu pendapat bersama teman-teman, selain itu ia juga mensyukuri tidak terjadinya kendala yang cukup parah dalam acara ini.

                Mengenai pemilihan 5 bintang tamu (guest star) Dayak Nite ini, alasan terpilihnya adalah pertama-tama mereka semua berasal dari setiap provinsi di Pulau Kalimantan, sehingga sesuai dengan apa yang divisikan oleh panitia dengan mewakilkan setiap provinsi Kalimantan. Penonton yang berasal dari Kalimantan juga dapat merasa senang budaya mereka ditampilkan saat acara.

                Perasaan Andru mengenai berlangsungnya Dayak Nite ini secara keseluruhan adalah senang sekaligus agak takut apabila acara ini akan gagal. Namun dengan senang dia merasa bahwa acara ini berakhir dengan sukses, dan terutama teman-teman sesame panitia juga bisa bekerja sama dengan baik. Menurutnya, harapan dan tujuan dari berlangsungnya Dayak Nite yaitu untuk mengenalkan budaya Dayak pada masyarakat dan anak-anak muda sehingga tidak hilang/punah, dan banyak orang luas mengetahui kebudayaan Dayak lewat tari-tarian yang ditampilkan.

                Terlihat dari kesuksesan acara Dayak Nite ini tentu saja menjadi faktor akan diadakannya kembali acara ini tahun berikutnya, tentu dengan tema yang berbeda dan mengingat bahwa acara ini adalah acara tahunan. Selain itu, menurut Andru dampak positif dari diadakannya acara Dayak Nite ini bagi Pakat Dayak adalah lebih ke pengalaman-pengalaman mengikuti acara ini, dan dari pengalaman-pengalaman tersebut para anggota Pakat Dayak dapat belajar mengenai banyak hal baru, contohnya untuk bagian seni musik dan tari mendapat inspirasi baru untuk penampilan dikarenakan tema yang berbeda-beda setiap tahunnya.

               Akhir kata, semoga Dayak Nite yang diadakan pada tahun berikutnya memiliki tema yang lebih meriah dan menarik, sehingga akan menarik banyak mahasiswa dan masyarakat untuk menonton dan ikut melestarikan budaya Dayak

Penulis: Felicia Tungadi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *