“Bebakaran” Setelah Ekaristi Kaum Muda

Triolog berjudul “Aku adalah Aku” karya Sanjaya dibawakan oleh Ignasia Rea Wirinda, Lintang Lanang Risang Dalu, dan Antonius Praba Dwiaryanto.

                  Bertetapan dengan Hari Sumpah Pemuda tanggal 28 Oktober 2017, diadakan Ekaristi Kaum Muda (EKM) oleh Orang Muda Katolik (OMK) St. Aloysius Gonzaga di Gereja St. Petrus dan Paulus Babadan, Wedomartani, Ngemplak, Sleman. EKM kali ini mengangkat tema ‘Warisilah Api Sumpah Pemuda’. Acara ini diadakan di bawah pendapa Gereja St. Petrus dan Paulus Babadan dan diikuti oleh anggota OMK St. Aloysius Gonzaga serta anggota OMK St. Michael. Setelah Ekaristi, berbeda dari EKM pada biasanya, terdapat acara non-liturgis yang menjadi lanjutan dari tema yang diangkat.

                Pada acara tersebut, terdapat sebuah monolog berjudul ‘Aku adalah Aku’ karya Sanjaya yang dibawakan oleh tiga orang. Setelah itu, peserta acara diminta untuk menulis penggalihan, semacam pendalaman iman, dari monolog yang dibawakan pada sebuah kertas. Kertar-kertas itu kemudian dibakar pada anglo-anglo yang akan digunakan untuk memasak. “Maknanya adalah agar semangat yang kita tuliskan itu dapat dibagikan ke semua orang muda yang hadir. Jadi kan sesuai temanya, ‘Warisilah Api Sumpah Pemuda’. Jadi semangat itu dilambangkan api dan api itu dibagikan melalui anglo-anglo yang untuk memasak,” ujar Aldi selaku koordinator acara non-liturgi.

                Tujuan dari diadakannya acara setelah EKM ini adalah untuk melanjutkan tradisi yang telah dimulai dari OMK yang terdahulu, yaitu sejak 2008. “Mereka mengadakan EKM dan setelah itu nggak langsung pulang seperti EKM biasanya, tapi kita kumpul-kumpul dulu. Ada pentas seni atau kegiatan lainnya , yang terpenting intinya orang muda Katolik bisa berkumpul bersama,” kata Aldi. Menurutnya acara berjalan dengan lancar, tetapi tak ada gading yang tak retak. “Masih ada kekurangan, tapi kekurangan itu masih bisa terus diperbaiki,” tandasnya.

Penulis : Helena Winih Widhiasih
Editor: Dionisius Sandytama Oktavian

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *