UDIN: TOTALITAS UNTUK RAKYAT

Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Yogyakarta, mengelar aksi diam di depan Kantor Istana Kepresidenan Yogyakarta pada Minggu (16/8) sore. Aksi diam yang dilakukan oleh AJI Yogyakarta dan pers mahasiswa dari berbagai universitas di Yogyakarta berserta Koalisi Masyarakat Untuk Udin (K@MU) tersebut bertujuan untuk mengenang 19 tahun terbunuhnya wartawan Udin. Mengenakan baju berwarna hitam dan mulut dibalut plester, mereka  juga membentangkan poster bertuliskan ‘wartawan Udin dibunuh karena berita’. 

Aksi diam yang dilakukan sekitar satu jam tersebut mengundang banyak perhatian dari masyarakat yang berlalu lalang di sepanjang Jalan Malioboro. Setelah aksi diam selesai, aksi dilanjutkan dengan pembuatan mural oleh pegiat Streetart Yogyakarta di bawah Jembatan Kewek.
Tommy Apriando, koordinator rangkaian acara peringatan 19 tahun kasus Udin memaparkan bahwa  hampir sembilan belas tahun mereka menyuarakan kasus Udin, namun tak pernah didengarkan. Sekarang mereka memutuskan untuk melakukan aksi diam, Hal tersebut dilakukan agar publik melihat dan mengetahuinya melalui pakaian dan poster-poster. Aksi diam tersebut bertujuan untuk mendesak kasus Udin yang belum juga tuntas.
“Aksi diam ini bertujuan untuk mengatakan kepada publik bahwa, ada seorang jurnalis asal Bantul, Yogyakarta yang dibunuh karena berita pada tahun 1996 dan sampai sekarang kasusnya belum terkuak,” ujar Tommy yang juga staf divisi Advokasi AJI Yogyakarta.

Tommy menambahkan, dalam melakukan aksi mural ini, AJI Yogyakarta mengandeng para pengiat steetart Yogyakarta, yang ingin melibatkan diri dalam penuntasan kasus Udin. “Para pengiat streetart Yogyakarta memiliki keahlian dalam berseni, sehingga kami meminta bantuan mereka, dan mereka mau  men-supportkami dalam bentuk mural,” tambahnya.

Penulis: Benediktus Fatubun

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *