Jokpin: Jurnalis Udin Bekerja Melampaui Profesinya

Pusara Udin di Trirenggo, Bantul

Peringati kematian jurnalis Fuad Muhammad Syafruddin Senin sore (17/8) Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Yogyakarta, Koalisi Masyarakat untuk Udin (K@MU), Masyarakat Transparansi Bantul (MTB), serta perwakilan pers mahasiswa ziarah ke makamnya di Gedongan, Trirenggo, Bantul. Ziarah ini merupakan salah satu acara dalam rangkaian peringatan 19 tahun kematian jurnalis yang kerap disapa Udin itu. Hadir pula istri Udin, Marsiyem, dan Joko Pinurbo, penyair asal Yogyakarta.

Di luar kebiasannya, Joko Pinurbo menulis puisi berjudul Ziarah Udin khusus untuk memperingati 19 tahun kematian Udin ini dalam waktu semalam. Puisi ini ditulisnya dengan tangan pada secarik kertas. Seusai membaca puisinya, penyair yang biasa disebut Jokpin ini meletakkan karya tangan tersebut di atas pusara Udin.
Udin, dalam pandangan Jokpin, adalah seorang wartawan yang bekerja melampaui profesionalitasnya serta bertanggung jawab pada kemanusiaan. “Ia bekerja  dengan rasa cinta yang begitu dalam pada profesinya,” ujar Jokpin di depan makam Udin.
Sebelum ziarah, rombongan napak tilas ke rumah kontrakan Udin di Dusun Samalo, Patalan, Jl. Parangtritis Km 14, Bantul. Di rumah itulah Udin diserang orang tak dikenal 19 tahun lalu hingga akhirnya meninggal dunia pada 16 Agustus 1996.
Hingga kini pembunuh maupun aktor intelektual di balik penghilangan nyawa Udin belum ditangkap. Koordinator Divisi Advokasi AJI Yogyakarta, Bhekti Suryani, dalam sambutannya mengatakan bahwa advokasi melalui jalur hukum tidaklah cukup. Untuk itu AJI serta jaringan yang mendukung penuntasan kasus Udin melakukan cara-cara lain untuk meningkatkan kesadaran publik tentang kasus Udin dan kekerasan terhadap wartawan, termasuk melalui seni.
“Jurnalis yang terancam, publik juga yang terancam, karena mereka tidak bisa mendapatkan informasi yang layak,” tegasnya.

PenulisRosa Vania Setowati

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *