BEMU Adakan Konsolidasi Membahas isu Lahan Parkir

Jumat, 25 september, BEMU (Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Sanata Dharma) mengadakan konsolidasi untuk menampung aspirasi warga kampus mengenai isu pemindahan lahan parkir Student Center Kampus II dan Panggung Realino, Mrican, Sleman. Konsolidasi yang dipimpin oleh Andreas Rahardjo Adi Baskoro selaku presiden mahasiswa Universitas Sanata Dharma dihadiri oleh perwakilan dari Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), Dewan Perwakilan Mahasiswa Universitas Sanata Dharma (DPMU), dan mahasiswa S2 USD. Pedagang di kantin UBSD, Realino juga diundang, tetapi tidak menghadiri undangan tersebut.

 Padmo Adi, mahasiswa S2 Ilmu Religi dan Budaya mengaku kesulitan mencari lahan parkir di kawasan S2 karena tempat parkir tersebut penuh dan semrawut akibat pemindahan lahan parkir yang berlaku sejak 14 September lalu. Perwakilan dari Teater Seriboe Djendela (TSD), Yosephine Wastu Prajna Putri mengatakan, pemindahan lahan parkir ini adalah efek dari banyaknya mahasiswa Sanata Dharma. Yosephine menyarankan tetap mengunakan lahan parkir yang ada, tetapi dengan penertiban yang rapi.


 Sebelumnya, Hardjo, sapaan Andreas Rahardjo, sudah bertanya mengenai permasalahan lahan parkir tersebut ke Biro Layanan Umum (BLU). BLU menegaskan, lahan di depan kedua gedung tersebut memang tidak diperuntukan sebagai lahan parkir. Aspirasi yang muncul di konsolidasi ini akan disampaikan ke rektorat oleh DPMU dibantu oleh BEMU. Hardjo menjanjikan akan membuka forum sebagai lanjutan dari konsolidasi yang bertempat di ruang BEMU, lantai II gedung Student Center.



Penulis: 
Azizta Laksa M

Reporter:
Roswita Rambu Lodang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *