Kurnelia : Juru Bahasa Isyarat

                 Kurnelia saat menerjemahkan menggunakan Bahasa Isyarat kepada Phieter Angdika. Foto : Kadek Asriyani

USD, 8 November 2017- Prodi Psikologi khususnya yang memilih mata kuliah Pendidikan Luar Biasa, mengadakan Kegiatan Sharing Pengalaman dari Cepris Pusat Studi Individu Berkebutuhan Khusus (PSIBK) di Kampus III Paingan. Kurnelia Sukmawati Ramadhani merupakan salah satu volunteer PSIBK untuk orang-orang yang berkebutuhan khusus di Universitas Sanata Dharma. Kegiatan ini   menghadirkan Phieter Angdika sebagai pengajar khusus bahasa isyarat, Kurnelia sebagai juru bahasa isyarat dan Joste sebagai pemateri tentang sejarah PSIBK secara umum.

Ketika diwawancarai oleh natas, Kurnelia mengatakan bahwa tidak ada perbedaan antara orang yang berkebutuhan khusus dengan orang lain. Tetapi yang membedakannya adalah mengenai masalah penyerapan dan komunikasi. “Pandanganku mengenai orang berkebutuhan khusus dalam lingkup luas, ya kita sama tidak ada bedanya, berbedaannya hanya dalam masalah penyerapan dan komunikasinya.’’ Ungkapnya wanita 19 tahun tersebut.

Selain itu, Kurnelia juga menceritakan bahwa dirinya belajar bahasa isyarat sejak SMP. Sehingga sampai saat ini, dirinya sudah memiliki banyak pengetahuan tentang bahasa isyarat itu. Dia tertarik belajar bahasa isyarat bermula dari perjumpaan pertama dengan orang-orang tuli. Saat itu, ia hanya mampu berkomunikasi oral dengan orang-orang tuli tersebut.  Tentu saja berkomunikasi oral dengan orang-orang tuli sangat sulit, karena itulah dia berniat untuk belajar mengenal budaya tuli. Dalam proses belajar budaya tuli sampai saat ini, ada banyak pengalaman sulit. Seperti waktu SMA dia pernah diminta untuk menerjemah di bidang hukum secara spontan. Hal itu tidak sesuai dengan dirinya yang merupakan siswa jurusan IPA, sehingga membuatnya merasa kesulitan. Kemudian saat berkuliah di Universitas Sanata Dharma ia ikut bergabung dengan Lembaga PSIBK dan sampai saat ini telah menjadi juru bahasa isyarat.

Diana Permatasari selaku salah satu pengurus Steering Committee (SC) PSIBK mengatakan bahwa, kedepannya semakin banyak yang berminat untuk bergabung bersama PSIBK, guna memfasilitasi mahasiswa berkebutuhan khusus. Saat ini telah dibuka volunteer baru bagi mahasiswa yang berminat untuk bergabung dengan Lembaga PSIBK.

 

Reporter      : Kadek Asriyani

Editor         : Benediktus Fatubun

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *