Penghitungan Suara Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden Mahasiswa BEMU USD

Proses penghitungan suara di ruang K.20 Kampus II USD
Sabtu, (21/11) penghitungan suara calon Presiden dan Wakil Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEMU) Universitas Sanata Dharma(USD) yang diadakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Dewan Perwakilan Mahasiswa Universitas (DPMU)-BEMU berjalan lancar. Penghitungan dilakukan di beberapa ruang terpisah di ruang kuliah Fakultas Sastra Kampus II USD, yaitu  K-20, K-21, K-22, dan K23.
Acara tersebut dihadiri perwakilan Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS), Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ), Dewan Perwakilan Mahasiswa Fakultas (DPMF), Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas (BEMF), serta Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM)sebagaisaksi penghitungan suara.
Penghitungan tersebutdilaksanakan guna menghitung suara mahasiswa USD yang telah dihimpun oleh KPU DPMU-BEMU. KPU DPMU-BEMU menargetkan pemilih sejumlah 6.000 suara akan diakomodir, namun dalam perhitungan suara hanya terkumpul sejumlah 5.774 suara. Ketua Panitia Komisi Pemilihan Umum DPMU-BEMU Laurensius Pandu Mahardhika menuturkan bahwa target minimal 6.000 orang pemilih, dengan asumsi telah mewakili minimal  60% jumlah mahasiswa tahun angkatan 2012-2015 USD.
Pemilu untuk kabinet 2015-2016 ini diikuti oleh dua pasangan calon, yakni Angga Dwi Putra dan Yessi Shinta Maharkesri sebagai kandidat pertama serta Andi Setianto dan Gayuh Pendhika Pratama Putri sebagai kandidat kedua.Pemilihan inidimenangkan oleh pasangan Angga dan Yessi sebagai presiden dan wakil presiden mahasiwa tahun kabinet 2015-2016. Dalam penghitungan suara ini, jumlah suara yang sah sejumlah 2.658 suara untuk calon pertama sedangkan 1.653 suara untuk pasangan kedua.
Sebanyak 244 mahasiswamemilih untuk golput. Selain itu, terdapat suara tidak sah karena tidak sesuai dengan prosedur pemilihan KPU. Sebanyak 787 suara tidak sah memilih pasangan pertama dan 432 suara tidak sah memilih pasangan kedua.
Padahal menurut Pandu, sosialisasi tentang tata cara memilih telah dipaparkan  kepada mahasiswa sebelum pemilihan diadakan. Ia juga mengungkapkan kendala di lapangan bahwa tidak semua organisasi mahasiswa ikut berpartisipasi menyebarluaskan tentang pemilihan presiden dan wakil presiden mahasiswa. “Mungkin kurang menyampaikan kepada teman-temannya yang tidak ikut organisasi,” ungkapnya sambil tersenyum.
Mahasiswa Teknik Informatika 2013 tersebut menyampaikan bahwa kinerja BEMU dan DPMU tahun 2015-2016 telah maksimal. Hal itu bisa dilihat dari  mulai kompaknya BEMU dan DPMU dalam menjalankan programnya. Dia berharap fungsi pengawasan DPMU terhadap BEMU dapat semakin diperketat. Selain itu tentang harapannya terhadap presiden dan wakil presiden terpilih, Pandu berujar, “Harapan saya mereka dapat menerapkan apa yang mereka janjikan selama proses kampanye.”
Penulis: Bangun Handono dan Ludgeryus Angger Prapaska

Reportase Bersama: Rosa Vania Setowati

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *