Kisah Ramayana Ala Anak Muda

Saat pementasan Drama Musikal Angsoka, Foto : Hildegardis Astrin

 

USD, Yogyakarta.  Kamis, 08  November 2017 Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) mengadakan Dies Natalis yang ke- 54 di Auditorium Driyarkara, Universitas Sanata Dharma. Acara Dies Natalis ini mengangkat tema “Drama Musikal Angsoka”. Tahun ini merupakan pertama kalinya Dies Natalis PBSI dirayakan.

Ketika ditemui, Judha Jiwangga selaku sutradara Drama Musikal Angsoka mengatakan bahwa Kegiatan Dies Natalis ini bertujuan untuk mengangkat kembali mitologi nusantara yang akhir-akhir ini kisah-kisah  Nusantara mulai ditinggalkan. “Jadi, kisah Ramayana mau diangkat kembali dalam gaya anak muda, dan ditampilkan dalam drama musikal, dan genre musik yang lebih enak didengar oleh anak-anak sekarang. Tujuannya  agar kisah ini terus tetap hidup.”

Judha Jiwangga berharap untuk Dies Natalis berikutnya  dapat diadakan lebih meriah dan lebih banyak kejutan-kejutan karena ini adalah langkah awal Dies Natalis PBSI dirayakan. Dia menambahkan semoga ditahun selanjutnya  akan ada kejutan yang lebih menggemparkan.

Sementara itu, Timotius Tri Yogatama sebagai ketua umum  mengatakan bahwa untuk malam puncak ini ada banyak usulan pengangkatan konsep dan naskah. Prodi sendiri mengusulkan agar naskahnya diambil dari naskah klasik yang berjudul “Oedipus”, tetapi Timotius berpandangan bahwa pemilihan naskah klasik “Oedipus” yang berasal dari barat dirasa kurang tepat karena kita berada di Negara Indonesia. Oleh karena itu, dipilihlah Epos Ramayana yang sudah banyak diketahui oleh semua orang. Meskipun demikian, secara keseluruhan Dies Natalis ini tetap mengangkat tema kebhinekaan. Hal itu dibuktikan dengan adanya ilustrasi-ilustrasi yang menggambarkan kebhinekaan itu sendiri, sehingga dapat dikatakan PBSI adalah Indonesia mini.

Timotius menambahkan, tujuan dari acara ini adalah media syukur atas keberhasilan Prodi PBSI karena mendapatkan akreditasi A. Dan juga sebagai media sosialisasi kepada para penonton yang belum kuliah, terutama agar tertarik masuk Sanata Dharma, khususnya Prodi Pendidikan dan Bahasa Sastra Indonesia. Dies Natalis yang puncaknya pada malam Kamis ini, merupakan malam puncak rangkaian Dies Natalis PBSI  yang dimulai dari  beberapa perlombaan. Seperti lomba menulis cerpen, pidato, dan lomba musikalisasi puisi.

Penulis dan reporter : Hildegardis Astrin

Editor dan Pendamping : Renata Winning Sekar Sari

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *