Corak Eksistensi Korea di Kampus Seribu Jendela

            Kali ini Lembaga Bahasa Universitas Sanata Dharma (USD) bekerjasama dengan Songgang University, Korea, mempertunjukkan sebuah perhelatan bertajuk budaya Korea. Para panitia melaksanakan audisi terlebih dahulu untuk para peserta lomba pada 24 April 2016. Lomba terdiri dari tarik suara dan modern dance. Semua harus dibawakan dalam bahasa dan mengandung kekhasan Korea, baik dari lagu maupun jenis gerakan tari yang diberikan. Lingkup area acara ini adalah kota Yogyakarta.
           Acara yang dinamakan “Collaboration Day” ini tidak hanya terdiri dari lomba saja, melainkan dibuka terlebih dahulu dengan seminar mengenai beasiswa di Korea pada Sabtu (21/5) mulai pukul 13.30–17.00 di Ruang Koenjono. Pada Minggu (22/5) dilanjutkan dengan pementasan para pemenang audisi. Jadwal pagi yang dimulai dari pukul 09.00, diisi dengan para penyanyi lagu Korea hingga pukul 13.00. Lalu terdapat break selama satu jam. Setelah itu, dilanjutkan dengan penampilan para kontestan yang lolos modern dance hingga pukul 19.00. Di sini panitia menyediakan 6 orang juri, untuk lomba tarik suara dinilai oleh Dimas, Babam, dan Rio, sedangkan untuk kategori modern dance dinilai oleh Nadia, Yoga, dan Mei. Hanya Rio dan Mei saja yang merupakan tenaga pengajar dari Lembaga Bahasa USD.
 Di samping pementasan tersebut, terdapat juga stand-stand makanan gratis dan pakaian model Korea yang dibuka sejak pagi. Stand makanan hanya bertahan hingga siang, karena banyak sekali peminatnya. Nama-nama makanan khas Korea yang terdapat pada acara ini, antaralain japchae, bibimbab, teokboki, jun, serta bulgogi. Salah seorang pengunjung acara ini, Alkuin Adhyatmika (PBI 2015), menyatakan bahwa teokboki menjadi makanan favoritnya, “Intinya sih makanan ini sosis yang dilumuri saus khas korea”.
         Menurut salah satu panitia ticketing, Dinta, sebanyak 800-an orang telah membeli tiket yang terdiri dari 4 level, yakni Rp 40.000, Rp 45.000, Rp 120.000, dan Rp 150.000. Perbedaan dari setiap harga ada pada lokasi tempat duduk. Semakin mahal berarti bisa semakin dekat dengan panggung.
        Tidak seperti acara pada umumnya, Inisiasi Sanata Dharma (Insadha) misalnya, yang menggunakan mahasiswa Sanata Dharma sendiri sebagai pengisi MC, acara “Collaboration Day” ini justru mengundang MC dari luar bernama Danang (Solo) dan Yoga (Bandung).

“Sebenarnya acara ini sudah ada sejak tahun 2014. Hanya saja dulu namanya Korean Day,” kata Saraswati selaku ketua panitia. “Kami ingin sekali orang-orang melihat Korea dari berbagai sisi, tidak hanya dari K-Pop-nya saja, melainkan juga dari masakan serta pakaian khas lainnya. Mengingat kami bekerjasama dengan Asosiasi Korea Jogja (Korean Association of Yogyakarta Indonesia) untuk soal makanan.”

           reporter : Atanasius Magnus A. B.
           editor : Istu Septiana

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *