Komnas HAM Selidiki Pelanggaran HAM Mahasiswa Papua di Yogyakarta

Komisi Nasional Hak Asasi Manusia bertemu dengan Lembaga Bantuan Hukum Yogyakarta di Kantor LBH Yogyakarta untuk melakukan investigasi terhadap kasus pelanggaran HAM yang menimpa mahasiswa Papua di Yogyakarta (19/07). Penyelidikan ini terkait peristiwa pengepungan Asrama Papua di Jalan Kusumanegara, Yogyakarta beberapa hari lalu..
Investigasi terhadap peristiwa pengepungan asrama Papua dilakukan LBH Yogykarta. Dok. natas/Atan

Korban dan saksi dari peristiwa pengepungan tersebut datang memberikan keterangan dalam pembuatan kronologi kejadian. Pertemuan ini sekaligus mengklarifikasi beberapa kejadian. “Ada beberapa yang sudah ada gambaran,” ujar Komisioner Komnas HAM Natalius Pigai. “Kan ada simpang siur mengenai kata-kata yang sifatnya hate speech. Kemudian juga ada penganiayaan dengan foto yang ada dan menjadi pertanyaan publik.”
Hari ini penyelidikan akan dilanjutkan di Asrama Papua untuk melengkapi dokumentasi dengan foto dan dokumen serta mendapat keterangan dari mahasiswa Asrama Papua lainnya. Kemudian Komnas HAM akan melanjutkan ke Kantor Gubernur DIY dan Polda. Komnas HAM berperan dalam mencari data dan bukti dari kasus pelanggaran ini, sedangkan LBH menjadi pendamping hukum bagi para mahasiswa Papua yang menjadi korban.
Penyelidikan ini dibuat terbuka agar publik tahu kebenaran peristiwa pengepungan setelah banyak kabar simpang siur menyebar di media sosial. “Persoalan besar ini dilakukan investigasi secara terbuka biar kemudian mencerahkan situasi yang tidak jelas ini,” ujar Emanuel Gobay dari LBH Yogyakarta di penghujung acara pada natas.

Sebelumnya, Persatuan Rakyat Pembebasan Papua Barat (PRPPB) hendak melakukan rangkaian aksi untuk meminta hak menentukan nasib sendiri bagi Papua Barat pada 13-16 Juli. Namun sejak pagi tanggal 14 Juli polisi telah berjaga di sekitar Asrama Mahasiswa Papua. Gabungan organisasi masyarakat yang datang dan mengepung asrama juga meneriakan kata-kata rasial.
Penulis: Istu Septania
Editor: Judha Jiwangga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *