Ekspresikan Dirimu, Be Yourself

Pra Inisiasi Sanata Dharma (INSADHA) 2016 gelombang II, Senin (8/8) kedatangan tamu dari pemenang kontes kecantikan Miss Indonesia 2015, Maria Harfanti. Kedatangannya kali ini untuk berbagi kisah “Ekspresikan Dirimu” di depan para mahasiswa baru (maba). Mengenakan blouse bermotif batik dengan celana panjang hitam, Maria Harfanti membuat antusias seisi Auditorium Driyarkara saat muncul dari balik panggung. Dengan senyuman yang merekah, ia balas sambutan yang begitu meriah dari seisi auditorium.
            Pada kesempatan ini, Maria banyak bercerita tentang kisah-kisah perjalanan hidupnya. “Saya mengikuti Miss Indonesia karena dorongan ibu saya. Saat itu, saya berumur 23 tahun. Dia bilang, saya punya sesuatu yang ditampilkan, inilah kesempatan terakhir kamu, “ujarnya seraya menjawab pertanyaan salah satu  maba mengenai awal mula ia mengikuti kontes kecantikan tersebut.
            Setelah melalui proses yang cukup panjang, ia akhirnya keluar sebagai pemenang di kontes tersebut. Banyak yang Maria lakukan setelah momen tersebut. “Saya lebih banyak melakukan kegiatan sosial, baik di dalam maupun luar negeri.  Belum lama ini, saya berkunjung ke Kenya untuk melaksanakan operasi bibir sumbing bekerja sama dengan Miss World Organization dan Smile Train, “ ujar gadis yang juga menjadi juara ketiga pada kontes Miss World 2015 tersebut. “September 2015 saya juga mengajar anak-anak kecil di Tuping, Guizhou, China. Di sana, saya mengajari mereka Bahasa Inggris dan beberapa keterampilan dasar, seperti membuat pesawat dari bahan kertas,” ujar perempuan yang juga fasih Bahasa Mandarin tersebut.
            Desember 2015, ia melakukan misi kemanusiaan di Kampung Kamancing, Desa Tanjung Jaya, Kecamatan Panimbang, Kabupaten Pandeglang, Banten. Misi tersebut merupakan materi Beauty With a Purpose (BWAP), di mana setiap kontestan Miss World diminta membuat proyek kemanusiaan di negara masing-masing sebelum terjun di ajang tersebut. “Saya memilih kampung tersebut karena keadaan di sana sangat gersang dan sanitasinya masih buruk. Untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari saja, mereka harus menggunakan air keruh dari kubangan di dekat permukiman,” ujar alumna Fakultas Ekonomi Universitas Trisakti ini. Di sana, ia mengajarkan kepada warga untuk selalu hidup sehat yang diwujudkan dengan pemberian air bersih dan pembuatan toilet.
          Maria juga bercerita mengenai hobi menyanyinya. “Saya salurkan hobi saya yang satu ini pada kegiatan-kegiatan gereja. Saya mengikuti koor pada setiap ibadah di gereja,” tuturnya. Saat di auditorium, ia diminta menyanyi oleh kedua pembawa acara.  Walaupun awalnya terlihat malu-malu, ia kemudian menyanyikan lagu bergenre Gregorian yang disambut tepuk tangan seisi gedung. Pada akhir acara, ia berpesan kepada para mahasiswa baru, “Tunjukkanlah apa yang kalian miliki dalam dirimu selama itu masih dalam koridor yang positif, tetapi tetap Be Yourself,” pesannya. Terkhusus, ia berpesan kepada para mahasiswi agar tidak hanya menampilkan kecantikan fisik semata, tetapi juga menunjukkan intelektualitas di lingkungan yang mereka jalani sehari-hari. 
Penulis : Dionisius Sandytama
Reporter : Dionisius Sandytama, Atanasius Magnus A.B.
Editor : Konsita Belarosa R.N.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *