Aneka Budaya Dalam Satu Cinta

Program studi Pendidikan Akuntansi dan Pendidikan Ekonomi, Universitas Sanata Dharma (USD). Jumat malam (17/09), mengadakan kegiatan pekan kebudayaan di Student Hall kampus I USD. Acara tersebut menampilkan kegiatan-kegiatan kebudayaan. Sangat terasa suasana kebudayaan Indonesia, terlihat baju-baju batik dan kebaya yang dikenakkan para peserta. Beberapa orang menggunakan baju adat dari daerah mereka masing-masing. Kegiatan tersebut berlangsung sekitar tiga jam. Di mulai sekitar pukul 18.00 WIB sampai sekitar pukul 21.00 WIB. 

Beberapa mahasiswa Prodi P.Ak dan P.Eko mengunjuk kebolehannya dalam Pekan Kebudayaan (17/9). Dokumentasi : natasmedia.com/Bela
Acara yang mengambil tema “Beribu Budaya Satu Cinta”, merupakan salah satu dari serangkaian acara yang diadakan Program Studi Pendidikan Akuntansi dan Pendidikan Ekonomi untuk mengakrabkan mahasiswa pada Prodi tersebut. Menurut Maria Magdalena Susanti selaku ketua panitia, tema tersebut diangkat karena mengingat banyaknya kebudayaan-kebudayaan di Prodi tersebut yang dapat dipersatukan dalam satu cinta kedalam pekan kebudayan.  
Sabtu malam (17/09), pekan kebudayaan tersebut menyelenggerakan lomba kebudayaan dan vokal grup. Untuk lomba kebudayaan dibagi menjadi dua, yaitu penampilan tarian adat dan baju adat. Kebudayaan yang ditampilkan ialah dari Pulau Nusa Tenggara, Pulau Jawa, dan Pulau Kalimantan. “Sebenarnya dari Pulau Sulawesi dan Sumatera juga ada, tapi tidak jadi karena kekurangan personil” ujar Maria.
Dalam lomba vokal grup, peserta lomba menyanyikan dua lagu, untuk lagu yang pertama merupakan lagu wajib, yaitu lagu “Indonesia Pusaka”. Sedangkan untuk lagu yang kedua ialah lagu pilihan, yaitu lagu daerah. Keunikan acara ini dapat dilihat dari hadiah yang akan diperoleh para pemenang lomba. Untuk juara pertama mendapat hadiah seekor kambing, juara kedua sepuluh ekor angsa, dan juara ketiga sepuluh ekor ayam. Bagi peserta lomba yang tidak mendapat juara satu sampai tiga, akan diberi hadiah masing-masing sepuluh kardus mi instant untuk tiap angkatannya. Menurut Ignasisus Bondan, selaku kepala Prodi Pendidikan Ekonomi menyampaikan bahwa, lomba ini bukan persoalan menang atau kalah, yang terpenting ialah bagaimana mahasiswa dapat mengekspresikan dirinya lewat seni dan kebudayaan. 
natasmedia.com
Penulis dan Reporter : Konsita Belarosa Resy Naen
Editor: Ludgeryus Angger Prapaska

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *