Barang Hilang di Parkiran, Siapa Salah ?

“Sebenarnya kesadaran dari mahasiswa sendiri untuk tidak teledor menaruh barang dan tanggung jawab dengan barang yang dibawa,”ujar salah satu penjaga parkir Kampus II Universitas Sanata Dharma.
sumber : http://news.rakyatku.com

Kawasan parkir kampus II Sanata Dharma Mrican masih memerlukan penataan ulang terkait sistem keamanan. Hal itu didasari karena masih ada keluhan mahasiswa tentang barangnya yang hilang di parkiran. Selasa (18/10), Johan Tobias mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Inggris 2014 menuturkan,bahwa  tahun  2015 lalu helm yang ia tinggal di parkiran hilang dalam jangka waktu dua jam. Ia memarkirkan motornya di parkiran realino dekat lapangan basket pukul 11.00. Dua jam kemudian, helm yang pada awalnya berada di atas motor, sudah hilang. Ironisnya, setelah satu bulan, kejadian tersebut terulang kembali. “Jadi setelah helm pertama saya hilang, saya memutuskan untuk beli baru. Namun, belum ada satu bulan helmnya sudah hilang lagi” ujarnya. Merespon masalah hilangnya helm Tobi petugas parkir mengaku, tidak tahu menahu mengenai insiden pencurian tersebut.Petugas parkir angkat tangan mengenai kasus barang-barang mahasiswa yang hilang di parkiran.

Bapak Sandi, salah satu penjaga parkir di Kampus II Sanata Dharma mengaku merasa kewalahan mengamankan setiap sepeda motor yang terparkir. Terlebih dalam hal pengamananya,  petugas masih menggunakan cara manual yaitu dengan berkeliling mengawasi dan memantau langsung setiap sepeda motor yang ada.“Ya kalau disuruh mengamankan satu persatu memang sulit, apalagi petugasnya cumatiga,” kata Pak Sandi. Selama menjaga parkiran, Pak Sandi sering mendapati barang-barang yang tertinggal di sepeda motor para mahasiswa. Biasanya, jika ada barang yang tertinggal Pak Sandi mengamankannya dengan menyimpan di pos penjagaan. “Pernah saya menemukan tas berisi uang 20 juta tertinggal di motor. Langsung tas tersebut saya amankan di pos jaga sambil menulis catatan di motornya agar mengambil di pos jaga.” kenang bapak yang sudah delapan belas tahun mengabdi di Sanata Dharma ini.
Penulis: Gabriella Anindita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *