Cantus Firmus : Melihat Keluarga Paduan Suara Sanata Dharma

September lalu mereka membawa pulang medali emas dari kompetisi PESPARAWI Mahasiswa Nasional 2016. Dan banyak lagi medali-medali lainnya dari kompetisi yang mereka ikuti. Di balik prestasi gemilang mereka, hiduplah sebuah keluarga besar Paduan Suara Mahasiswa Cantus Firmus.
Penampilan PSM CF dalam Konser Celebraseum di Auditorium Driyakara Dok. PSM CF


***

Tiap Senin dan Kamis malam, Biro Administrasi dan Akademik, yang berada di Gedung Pusat Universitas Sanata Dharma, bergaung oleh nyanyian. Itulah suara latihan rutin PSM CF. Dengan jadwal yang padat, mereka harus mempersiapkan diri serta suara untuk tampil. 

Setelah melakukan pemanasan bersama yang malam itu dipimpin oleh koordinator divisi materi, Brigitta Anggit, mereka mulai membagi diri dalam beberapa kubu. Tiap kubu berlatih lagu masing-masing untuk acara yang berbeda-beda. Ada yang berlatih untuk acara wisuda dan beberapa kelompok kecil berlatih untuk menyambut anggota baru. Dipandu oleh penanggung jawab tiap acara, mereka berlatih bersama. 

Kadang setelah menyanyikan lagu beberapa kali, mereka beristirahat. Di sela-sela obrolan dan candaan, terdengar penggalan nyanyian dan melodi. Mereka menyanyi. Bahkan ketika mereka tidak sedang berlatih, mereka bernyanyi dan mengumamkan lagu apapun, melodi apapun. Moodsangat berpengaruh saat bernyanyi. “Di PSM sebaiknya kalau datang bawa mood yang baik. Soalnya ketika satu orang saja mood-nya jelek, apalagi kalau konduktornya, pasti latihannya bakal terganggu banget,” tutur Anggit dari Pendidikan Matematika angkatan 2013. 



Panduan Suara Mahasiswa Cantus Firmus berlatih di Biro Administrasi dan Akademik (BAA), Gedung Pusat USD Dok. PSM CF
BAA tidak pernah sepi ketika ada mereka. Selalu terdengar nada, melodi, lagu dinyanyikan. Tawa dan senda gurau dari tiap kelompok. Hentakan dari latihan koreografi, lalu berhenti untuk berunding, dan kemudian candaan lagi. 

“Yang paling sulit itu mengondisikan anak-anaknya, apalagi kalau ramai. Kadang ada beberapa anak provokator yang suka bercanda.” Divisi yang Anggit koordinasi merupakan divisi yang bertanggung jawab dengan materi, yakni lagu dan vokal, yang akan dibawakan CF. Divisi materi juga bertugas memimpin latihan. 

Anggota CF yang sedang berlatih malam itu tampak bersemangat. Tapi tidak bagi Anggit. “Kami biasanya kalau latihan itu lemas.” Bagi Anggit, anggota CF sejak awal sudah ditanamkan jiwa artis. “Semakin banyak yang nonton, kami semakin semangat. Ketika kami sudah ada di depan panggung, kami biasanya langsung wus-wus… Emosinya dapet banget.” 

Jika latihan rutin kurang, terutama untuk acara besar, akan ditambah latihannya. Ada latihan fisik, yakni lari: mengelilingi lapangan Realino tiga putaran, atau Jalan Moses Gatotkaca sekali, atau dalam trek kecil mengitari depan BAA dan perpustakaan hingga ke auditorium. Awalnya mereka hanya lari biasa kemudian mereka harus berlari sambil bernyanyi. Ada pula latihan kardio: menyanyi sembari naik-turun tangga sesuai dengan tempo lagu. 

Susahkah bernyanyi sambil berlari? “Yaah, susah banget dong,” ujar Maria Sekar Satiti disusul dengan gelak tawa. “Mengatur nafas buat larinya saja susah banget, apalagi tambah nyanyi.” Tapi semua itu terbayar ketika mereka tampil dan membutuhkan pernafasan yang kuat. Lebih-lebih, saat menyanyikan lagu dengan koreografi.

“Kami punya pegangan, kalau kami tampil harus sepaket. Suara oke dan visualnya juga oke,” jelas gadis yang kerap disapa dengan panggilan Ria ini. Sekarang dia menjadi koordinator divisi koregrafi. Divisi inilah yang menangani elemen penampilan visual CF, seperti koreografi dan ekspresi. 

***

Konser Celebraseum di Auditorium Driyakara pada 7 November 2015 Dok.PSM CF

Cantus Firmus berdiri sebagai Unit Kegiatan Mahasiswa sejak 20 Oktober 1998. Pancasona Adji telah melatih PSM sejak pertama kali berdiri sebagai UKM hingga sekarang. Selain mengisi acara wisuda sebagai kegiatan tahunan, CF juga aktif ikut berbagai macam kegiatan dan lomba.

Kedutaan Hungaria mengundang PSM CF dan Grisadha, UKM seni tari USD, ke acara kebudayaan pada Mei 2014. Pada tahun yang sama, mereka juga mengisi dalam acara Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta (Aptisi) Wilayah V Daerah Istimewa Yogyakarta dan mengikuti kompetisi Pesta Paduan Suara Gerejawi (PESPARAWI) Mahasiswa Tingkat Nasional XIII di Jakarta yang membuat mereka mendapat medali emas untuk kategori Folkloredan Musica Sacra serta medali perak untuk kategori Gospel and Spiritual.

Tahun berikutnya mereka mengadakan konser Celebraseum pada 7 November. Tak lama setelah itu, mereka mengikuti Festival Paduan Suara Kopertis Wilayah V yang diselenggarakan di Universitas Atmajaya, Yogyakarta pada 12-14 November. Sebagian penyanyinya sama dengan penyanyi konser Celebraseum. Hasilnya, PSM CF menempati peringkat kedua untuk kategori Mixed Choir A.

Tahun ini mereka menyabet medali emas untuk kategori Gospel and Spiritual dan medali perak untuk kategori Musica Sacra dalam PESPARAWI XIV di Medan pada awal September lalu. PESPARAWI merupakan kompetisi yang diadakan Dikti setiap dua tahun sekali dan rutin diikuti oleh PSM CF.

***

Seleksi untuk menjadi anggota PSM CF dilaksanakan dengan tidak main-main. Persiapannya sudah dilakukan sejak Juni akhir hingga Juli akhir. Panitia dibentuk. 

Lalu pada Agustus, para penguji seleksi dilatih. Adalah alumni CF yang melatih adik-adik mereka yang masih aktif. Pelatih dan divisi materi turut membatu melatih. Pelatihan yang dilaksanakan tiap Sabtu dan Minggu selama tiga minggu ini berkisar tentang bagaimana cara menilai, bagaimana cara bertanya pada peserta, dan, tentu saja, soal yang akan diberikan ke peserta.

Ada 4 rangkaian ujian: tes membaca not, tes ketukan, solfegio atau tes tebak nada, dan wawancara. Tidak melulu tentang menyanyi, bagi mereka yang ingin menjadi pemusik, dites pula kemampuan musik mereka. Dan, meski PSM CF kadang membeli lagu yang mereka bawakan, sebenarnya banyak anggota CF yang dapat mengaransemen lagu. Untuk menjaga bibit-bibit itu, biasanya ketika seleksi, peserta ditanya apakah mereka bisa mengaransemen lagu. 

Satu peserta dites selama lima puluh menit. “Itu paling bersihnya,” ujar Maria Ratnaningrum Onta selaku ketua panitia Penerimaan Anggota Baru tahun ini. “Sejauh ini efektif sih.” Dengan sepuluh ruangan, yaitu K.03, K.07, K.19, K.21, K.29, K.30, K.32, PGSD 2, PGSD 3, dan PGSD 4, sebelum jam sembilan malam, seleksi hari itu bisa selesai. 
 
Tes dilakukan secara tertutup. Peserta masuk ke kelas seorang diri untuk diuji. “Lebih efektif kalau kita mengenal satu orang dulu,” kata Ningrum dari Pendidikan Matematika angkatan 2014. “Mendekatkan aja sihkepada para peserta.” Kedekatan ini juga membantu penguji mengetahui motivasi para peserta calon anggota CF. Tidak hanya mereka yang bersuara bagus yang dicari, tapi juga mereka “mempunyai komitmen tinggi.” Komitmen ini kemudian dijaga dengan menghadirkan orang tua bagi para anggota baru. “(Kami) membentuk keluarga kecil untuk mempertahankan anak-anaknya,” ujar Ningrum. Orang tua yang dipilih pun tidak sembarangan. Mereka harus memiliki “keaktifan tersendiri di PSM.” 

***

First-gathering bagi anggota baru CF angkatan 2016 (29/09) di Biro Administrasi Akademik, Gedung Pusat USD. Dok. Istu/natas


Berapa banyak anggota PSM CF?

“Kalau digabung semuanya sampai 150,” jawab ketua PSM CF tahun ini, Arnoldus Andre Dwi, mengenai jumlah anggota dari angkatan 2013, 2014, dan 2015. Dari hasil seleksi, 52 mahasiswa diterima menjadi anggota angkatan 2016.
 
“Kebanyakan anak PSM itu punya semangat yang berapi-api,” ujar Andre dari Pendidikan Bahasa Inggris angkatan 2014. “Tapi kebanyakan dari mereka…masih mikir, ‘Aduh, kuliahku gimana?’ Jadi kayak tabrakan.”
Senada dengan yang dikatakan Andre, menurut Anggit, tidak mungkin anggota CF bisa selalu datang. “Sekitar 75. Yang benar-benar mengisi acara,” lanjut Andre.
“Di sini ndak ada dikeluarkan,” jelas Andre. CF menggunakan keluarga kecil untuk mempertahankan anggotanya. “Jadi keluarga (kecil-red.) ini merupakan sarana menyatukan (kami) semua, keluarga besar.” Jika melalui keluarga kecil tidak berhasil, baru kemudian pengurus menghubungi orang yang bersangkutan langsung. 

Tugas terbuka bagi siapa pun di CF. Setiap tugas akan ada open recruitment bagi mereka yang tertarik ikut, baik anggota yang aktif atau yang pasif. “(Kami) tidak benar-benar tidak menganggap yang hilang-hilang itu,” ujar Ria. “Kita tetap satu keluarga dong. Jadinya, semua boleh tugas.”

***

Ria menghadiri wisuda kakaknya pada 2010. Dia kelas X SMA dan di Yogyakarta sedang turun hujan abu akibat erupsi Merapi. Wisuda tetap dilaksanakan, kala itu masih di lapangan terbuka Realino sehingga seluruh keluarga bisa menyaksikan prosesi acara wisuda. Itu pertama kali Ria mendengar CF bernyanyi. Dan sejak itu pula, jika masuk Sanata Dharma, dia ingin bergabung dengan CF.

Memang, Ria sudah mengikuti paduan suara sewaktu SMP dan SMA. Namun, CF berbeda karena di sini dia mendapat banyak pelajaran yang lebih mendalam tentang menyanyi, akting, ekspresi, hingga tari.

“(Konser Celebraseum) adalah konser pertamaku, jadi aku seneng banget dan excited banget,” cerita mahasiswi dari Sastra Inggris angkatan 2013 ini. “Aku terlibat langsung membuat koreo dan segala macam di situ.”

Sudah sejak semester satu Ria bergabung dengan CF dan masih aktif berkegiatan hingga sekarang. Walaupun pernah merasa kelelahan akibat kegiatan padat CF, dia tidak pernah ada keinginan keluar. “Karena aku suka,” kata Ria. “Sayang sama teman-teman. Sayang sama pengalamannya.” Baginya, bertemu “orang yang unik-unik” di CF juga menjadi “pengalaman yang sangat berharga”.

Ria menyayangkan mereka yang menghilang dari CF. Meskipun begitu, dia memaklumi bahwa setiap orang memiliki kesibukannya masing-masing sehingga memutuskan untuk vakum dulu. Tapi Ria melanjutkan, “Suatu saat pasti ada yang datang kembali, pulang ke rumah. Itu (kami) bahagia banget.”

Anggit sendiri mengaku sempat vakum dari kegiatan CF selama dua bulan. “Tapi abis itu kangen banget,” cerita Anggit. Dan, menurut Anggit, anggota-anggota CF tetap menyambut mereka-mereka yang sempat menghilang itu.
 ***


Cantus Firmus Xtraordinary saat melakukan reuni mini 
dengan mengisi di misa malam Paskah 
(26/3). Dok.HUMAS USD

PSM keluar dari Gedung Pusat karena jam 9 malam Gedung Pusat dikunci oleh satpam. Tapi mereka tidak segera pulang, malah duduk dan mengobrol di tangga. Mereka masih ada latihan lagi. Yang ini untuk acara mantenan salah satu alumni CF. Sudah lumrah jika ada alumni mengundang CF menyanyi di pernikahan mereka.

Kekeluargaan di CF memang kental. Alumni masih sering berhubungan dengan PSM CF dan menanyakan kabar terbaru bekas paduan suara mahasiswa mereka itu. Kadang jika ada acara, alumni masih ikut membantu. Kritik dan saran juga disumbangkan oleh para alumni. Atau sekadar datang menonton ketika ada latihan atau acara.

Alumni CF yang sekarang berdomisili di daerah Jakarta dan sekitarnya memiliki keluarga yang bernama Cantus Firmus Xtraordinary atau sering disingkat CFX. Pada Maret lalu, mereka melakukan reuni mini dengan bernyanyi di Gereja Katolik Santa Helena, Curug, Tangerang saat malam paskah. Tidak hanya reuni mini, konser dalam rangka mengumpulkan para alumni untuk bernyanyi bersama lagi juga diselenggarakan. Pada Juni 2013, alumni CF mengadakan Konser “Poelang Kampoeng” di Concert Hall, Taman Budaya Yogyakarta.

Selain membawa pulang penghargaan dari berbagai kompetisi yang mereka ikuti, CF juga membawa keluarga, bahkan jauh setelah mereka lulus. Dan untuk beberapa hari, dalam rangka mempersiapkan penampilan di acara wisuda, BAA bergema oleh suara merdu para anggota PSM CF. Mereka bernyanyi sebuah aransemen lagu dari film Sherina, “Lihat segalanya lebih dekat/ Dan kau akan mengerti…

PSM CF, bekerja sama dengan Institut Seni Indonesia Yogyakarta dan Elisabeth University of Music dari Jepang, akan menggelar konser amal internasional pada 19 November 2016 di Auditorium Driyakara USD. 

Penulis : Istu Septania


Koreksi: 29 November 2016

Artikel ini sudah direvisi. Sebelumnya, artikel ini menyatakan bahwa PSM CF mengikuti Festival Paduan Suara Mahasiswa Tingkat Kopertis V lima hari setelah Konser Celebraseum. PSM CF mengikuti festival tersebut yang diselenggarakan lima hari kemudian, bukan pada tanggal 12 November 2015. Juga, artikel ini sebelumnya hanya menyebutkan anggota CFX sebagai kelompok alumni CF. CFX adalah komunitas alumni CF yang berdomisili di daerah Jakarta dan sekitarnya. Foto PSM CF saat Konser Celebraseum ditambahkan di artikel ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *