Rm. In Nugroho SJ : Kemajuan Tanpa Kemanusiaan Itu Omong Kosong

Romo In Nugroho, SJ saat berorasi dalam aksi solidaritas terhadap petani Kendeng di Bundaran UGM, Yogya, Kamis (30/3)

Dok: natas/Fileksius Gulo.


            Aksi penolakan pembangungan pabrik semen di Kendeng, Rembang, Jawa Tengah, kini menuai aksi solidaritas kemanusiaan. Salah satunya terjadi di Yogyakarta, dimana seruan kemanusiaan digemuruhkan lewat bait-bait puisi dan orasi kemanusiaan. Aksi berlangsung di bundaran Universitas Gadjah Mada (UGM) pada Kamis (30/3/17). Dalam aksi solidaritas ini, akademisi turut hadir berorasi, salah satunya Rm. In Nugroho, SJ, wakil rektor bidang kemahasiswaaan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.
            Dalam orasinya, Rm. In Nugroho, SJ menyerukan pembangunan yang harus memprioritaskan kemanusiaan. Ia mengungkapkan, pembangunan selama ini mengabaikan kepentingan manusia sehingga berakibat pada masalah-masalah kemanusiaan. Ia menilai, pembangunan hanya memihak pada segelintir orang saja. “Haiii kemanusiaan! Datanglah lagi ditengah-tengah kami, hadirlah ditengah-tengah kami, sehingga mata terbuka untuk melihat sesama sebagai saudara”, pungkasnya dengan suara lantang.

aksi cor kaki dan pembacaan puisi. Kamis (30/3) Dok : natas/Fileksius Gulo

Sebelumnya Yu Patmi (48), salah seorang masyarakat Kendeng yang ikut menyuarakan penolakan pabrik semen, menghembuskan nafas terakhir ketika aksi ‘cor kaki’ di Jakarta.   “Kepergian” Yu Patmi dijadikan momentum untuk tetap melanjutkan perjuangan masyarakat Kendeng dan aksi solidaritas kemanusiaan pun ingar-bingar menyuarakannya.
Selain aktivis kemanusiaan dan akdemisi, para pemuka lintas agama juga turut hadir dalam aksi itu. Mereka mendoakan sosok Yu Patmi (48) yang telah berpulang beberapa hari lalu ke pangkuan Sang Khalik. Disamping itu, masalah-masalah keadilan, kemanusiaan dan kebangsaan juga ikut teruntai dalam doa-doa yang dipanjatkan para pemuka lintas agama. “Kemajuan tanpa kemanusiaan itu omong kosong!”, pungkas Rm. In Nugroho, SJ seraya menutup orasinya.

Reporter : Fileksius Gulo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *