Soempah Demi Romusa, Pengalaman Bermusik Bagi Mahasiswa PGSD

para pemain dalam pertunjukan seni musik (28/4). Foto : Christin Ayu


Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) kembali mempersembahkan pertunjukan musik dengan mengusung tema ‘Soempah Demi Romusa’. Acara musik yang digelar pada 27-28 April ini menampilkan 25 penampilan musik yang semuanya merupakan mahasiswa-mahasiswi PGSD angkatan 2014. “Romusa dalam tema kami berarti Rombongan Musik Nusantara. Kami mengusung tema ini karena kami ingin tetap melestarikan lagu-lagu daerah, lagu wajib , dan lagu anak-anak,” ujar Benediktus Dimas Kaweswara, ketua panitia pertunjukan musik Soempah Demi Romusa.
Benediktus juga menambahkan bahwa dalam tema kali ini mereka ingin mengetahui lebih jauh musik-musik nusantara. “Anak-anak zaman sekarang lebih mengenal musik pop. Kami di sini ingin tetap melestarikan musik-musik nusantara agar tidak tertimbun dengan budaya modern. Setiap kelompok yang tampil memiliki tema masing-masing. Seperti kelompok campur sari yang menampilkan campuran musik-musik dari nusantara, seperti Kalimantan, NTT, dan Jawa.
Pertunjukan musik ini juga merupakan syarat bagi mahasiswa PGSD untuk mengikuti Ujian Akhir Semester. Mereka menampilkan lagu-lagu yang diiringi musik dengan sekreatif mungkin. “Tidak semua dari mereka bisa bermain alat musik, tetapi ini tak menjadi penghalang. Tantangan mereka di sini ialah menjadi sekreatif mungkin. Apapun itu alat musiknya, apapun bentuknya, saya akan tetap menghargainya. Ini adalah bukti bahwa mereka tetap mengapresiasi musik nusantara,” ujar Agustinus Sani Aryanto selaku dosen Pendidikan Seni Musik PGSD. Melalui kegiatan ini, beliau berharap mahasiswa PGSD tidak hanya mendapatkan pengalaman di dunia pendidikan tetapi juga pengalaman nyata di dunia seni yang antinya dapat diajarkan pada anak-anak SD.
Penulis : Christin Ayu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *