WR III USD: Kejutan Terbesar di Insadha 2014 Gelombang I

Jumpa Pers dengan Walikota Surabaya, Tri Rismaharini, M.T.

dok natas
Paingan – Rabu (6/8) Inisiasi Sanata Dharma (Insadha) 2014 gelombang  I hari kedua mendapat-kan kejutan dengan kedatangan Walikota Surabaya, Tri Rismaharini, M.T. Walikota Surabaya ini menjadi pembicara sekaligus tokoh inspirator bagi mahasiswa dan peserta Insadha. Sosok yang kerap disapa Ibu Risma ini membuka perbincangannya pada pukul 09.10. Topik yang diangkat adalah topik seputar ekonomi dan politik.
“Semua bisa mengisi ruang sebagai pemimpin bangsa sesuai dengan potensi masing-masing. Kita harus bisa bersaing dengan bangsa-bangsa lain karena kita adalah bangsa besar,” ujar beliau membuka perbincangannya.
Beliau juga menuturkan bahwa kinerja operasional di wilayah Surabaya menggunakan teknologi informasi. Salah satu tujuan penggunaan teknologi informasi tersebut yakni memberantas Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN). Dengan begitu, hal-hal yang tidak seharusnya masuk dapat terkontrol.
Selain itu, wanita yang baru saja menutup lokalisasi yang terdapat di Surabaya tersebut  memaparkan bahwa Surabaya bukan terkenal karena Dolly-nya saja, melainkan juga perpustakaannya. Sebanyak 972 perpustakaan yang telah dibangun di Surabaya dinilainya menjadi prestasi bagi kota Pahlawan tersebut. Jumlah perpustakaan yang dimaksud juga tercatat sebagai perpustakaan terbanyak di Indonesia. Selain itu fasilitas taman juga turut dibangun di kota Surabaya untuk memperindah kota tersebut. Tidak hanya itu, lapangan futsal gratis dengan fasilitas yang setara dengan berbayar juga tersedia di Surabaya. Kemajuan tersebut tak lepas dari usaha yang dilakukan oleh Risma.
Di dunia yang semakin modern ini Risma ingin semakin menanamkan jiwa modernitas di kalangan masyarakat khususnya masyarakat Surabaya. Mengajari masyarakat untuk bertransaksi secara online adalah salah satu cara yang dilakukan oleh pemimpin tertinggi kota Surabaya tersebut. Pembangunan sentra Pedagang Kaki Lima (PKL) di Surabaya juga merupakan hasil jerih payah Risma untuk memajukan kota Surabaya dalam bidang ekonomi. Fasilitas-fasilitas tersebut membuat masyarakat Surabaya merasa nyaman dan kebutuhannya tercukupi. Hal ini berdampak positif bagi kota Surabaya karena dalam 2 tahun terakhir masyarakat tidak melakukan demonstrasi terhadap pemerintahan khususnya kepemimpinan Risma.
Sosok Risma menurut Rm. Mutiara Andalas, Wakil Rektor III Universitas Sanata Dharma (USD), merupakan sosok pejabat yang langka di Indonesia. “(Ini) the biggest surprise(kejutan terbesar-red) tahun ini,” komentar Rm. Andalas mengenai kedatangan Risma di Insadha 2014.
Bagi pria yang akrab disapa Rm. Andalas ini, Insadha 2014 mendapat kejutan terbesar karena Risma menyanggupi permintaan yang baru pertama kalinya diajukan oleh pihak USD. Dalam penuturannya pada redaksi natas, Rm Andalas menerangkan bahwa Universitas Gadjah Mada (UGM) sudah mengajukan permintaan pada  Risma sebanyak enam kali. Sedangkan Universitas Atma Jaya (UAJY) mengajukan permintaan sebanyak tiga kali. Namun, kedua universitas tersebut gagal mendapatkan kesanggupan dari walikota Surabaya tersebut.
Awalnya,  Risma juga menolak pembayaran insentif dari pihak USD. “Ibunya ndak (tidak-red) mau dibayar,” ungkap Rm. Andalas. Alhasil, pihak USD membayar tiket transportasi Risma dan 6 orang stafnya. Menurut WR III USD ini, pada akhirnya pihak USD pun sedikit memaksa agar orang nomor satu di Surabaya ini mau menerima pemberian uang sejumlah lima juta rupiah.

Penulis : Gayuh Pendhika P.
Reportase Bersama : Laksmi Anindita, Judha Jiwangga, Rafael Marion Galley M., Ig. Mayo Aquino P.

4 tanggapan untuk “WR III USD: Kejutan Terbesar di Insadha 2014 Gelombang I

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *