Insadha 2014, Cerdas dan Humanis?

Paingan-Selasa (12/8), rangkaian  Inisiasi Sanata Dharma (Insadha) Gelombang II 2014 dilaksanakan. Dimulai dari hari Senin (11/8), gelombang II Insadha tetap mampu memicu ­animo mahasiswa baru. Beberapa panitia Insadha 2014 merasakan ada dinamika yang berbeda antara gelombang I dan gelombang II Insadha 2014. “Gelombang I lebih tinggi antusiasimenya sedangkan gelombang II ini (dirasa-red) kurang animonya, tetapi hal ini menjadi tantangan bagi kami untuk lebih baik mengemas konsep acara,” tutur Bagus, anggota divisi Ceramah dan Diskusi (Cerdisk). Dengan tema yang diusung yakni “Express Your Potentialities: Be an Inspirator”, Insadha gelombang IImampu menyedot perhatian mahasiswa baru Universitas Sanata Dharma (USD) Yogyakarta ini untuk semakin mengenal USD.
Tema besar yang disebutkan di atas merupakan tema umum yang membawahi tiga subtema lainnya. Tiga subtema, yaitu potensi, berani, dan inspirasi diimplementasikan berturut-turut sejak Pra Insadha hingga Insadha hari kedua.
Ketika ditanya perihal implementasi moto USD (Cerdas dan Humanis-red) oleh reporter natas, Patrisius Mutiara Andalas, Wakil Rektor (WR) III USD, menyatakan bahwa dalam dinamika Kepanitiaan Insadha, moto ini telah dihayati para anggotanya. “Persiapan panitia sendiri dalam membentuk tema Insadha 2014 juga merupakan penghayatan akan nilai cerdas dan humanis,” tandas Romo Andalas.
Abidin, Ketua Umum Insadha 2014, juga memaparkan pendapatnya bahwa tema dan konsep acara Insadha 2014 diusung berdasarkan nilai-nilai yang dihidupi di USD. “Konsep inisiasi kampus ini tidak kita namakan ospek seperti kampus-kampus lainnya. Dengan bentuk seperti ini, mahasiswa baru tidak akan merasa takut dan mendapatkan gambaran lebih menyenangkan dari pada ospek yang “ngerjain orang”,” ungkap Abidin menjelaskan perbedaan konsep inisiasi dan ospek.
Melalui Insadha, Abidin berharap karakter positif mahasiswa mulai terbangun. “Dengan subtema Insadha 2014, potensi, berani, dan inspirasi, mahasiswa baru diharapkan dapat memaknai setiap harinya dengan menyadari potensi, berani mewujudkan diri, dan akhirnya menjadi inspirasi bagi sesamanya, ” ungkapnya.
Mendampingi panitia Insadha 2014 dan para peserta Insadha, Patrisius Mutiara Andalas, SJ menyampaikan keprihatinan pendiri Universitas Sanata Dharma: Prof. Dr. Nicolaus Driyarkara SJ bahwa dunia akademis atau kampus saat ini berjarak dengan masyarakat baik suka maupun duka.
 Dengan berbagai konsep acara yang diusung, Insadha 2014 berusaha menjawab keprihatinan ini. Romo Andalas mengungkapkan bahwa narasumber yang hadir membagikan pengalaman hidupnya pada peserta Insadha. “Mereka juga diajak untuk dapat melihat suasana nasional dan kepemimpinan dalam situasi nasional tersebut,” tambah Romo Andalas.
Steering Committe (SC) Insadha 2014 membentuk tema Insadha 2014 berdasarkan hasil pengamatan panitia khusus (pansus) yang dibentuk dan survey di kalangan mahasiswa USD. Berdasarkan pengamatan pansus, isu kepemimpinan saat ini tengah menjadi keprihatinan di Indonesia. “Kami membentuk tema umum Insadha 2014 “Express Your Potentialities: Be an Inspirator” dan tiga subtema Insadha 2014 yang disajikan berbeda tiap harinya, yakni potensi, berani dan inspiratif,” kata Susi, Steering Commitee Insadha 2014 menjelaskan proses pembentukan tema Insadha 2014.
Panitia Insadha 2014 memiliki indikator keberhasilan sejauh mana tema Insadha menghayati moto Cerdas dan Humanis, “Secara konkret bisa kita lihat sisi cerdas dan humanisnya ketika mereka dalam dinamika kampus merasakan sebagai bagian dari keluarga besar USD itu sendiri,” tambah Abidin menutup perbincangan.
Penulis: Claudia Rosari Dewi

Reportase Bersama : Judha Jiwangga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *