Penghadangan Massa Aksi May Day

Natasmedia.com, Yogyakarta – Saat banyak dari kalangan masyarakat memperingati May Day dengan turun ke jalan sebagai seruan aksi atas aspirasi mereka, Aliansi Komite Aksi MayDay Untuk Rakyat (KAMRAT) dihalangi oleh aparat kepolisan pada Rabu (01/05).

Massa aksi yang akan berangkat menuju Titik Nol Kilometer sekitar pukul 09.00 WIB, dihadang oleh pihak kepolisian. Dengan alasan guna meminimalisir gesekan antara massa aksi yang berada di Titik Nol Kilometer.

Massa aksi tersebut pada umumnya adalah mahasiswa Papua yang ingin merayakan May Day dengan turun ke jalan sebagai bentuk menyuarakan aspirasi mereka.

Massa yang mencoba keluar dari asrama mahasiswa Papua Kamasan dengan membuat brigade agar kuat menahan aparat kepolisian

 

Menurut massa, aksi penghadangan oleh polisi terjadi setelah mereka baru saja keluar dari asrama Papua di Jalan Kusumanegara. Selain penghadangan massa, aksi mengalami gesekan yang cukup mengejutkan dengan polisi.

“Baru saja kami keluar sudah dihadang polisi, belum lagi kami juga kena pukul,” ucap salah satu massa aksi yang tidak ingin disebutkan namanya.

Selain pemukulan yang dilakukan oleh polisi, massa aksi juga mengalami kerugian karena sound system milik mereka dihancurkan oleh pihak aparat. Harga sound system tersebut ditaksir mencapai Rp2.000.000.

Sound system kami dirusak oleh pihak kepolisian dan harganya pun mencapai Rp2.000.000, sehingga memancing kemarahan dari teman-teman di sini,” ucap Riko, humas dari KAMRAT.

Puluhan pasukan polisi yang berada di garis belakang

 

“Di mana kebebasan demokrasi, Papua merdeka!” teriak massa aksi.

 

Reporter          : Vincentius Dandy & Abullah Azzam

Penulis            : Vincentius Dandy

Editor              : Rusdiyanti

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *