Dayak Nite: Pakat Dayak Sambut Dies Natalis USD


Penari tradisional Dayak yang ikut memeriahkan acara Dayak Nite

Jumat (17/10), sebuah pagelaran bertajuk “Dayak Nite” dilaksanakan di Panggung Realino Kampus II Universitas Sanata Dharma. “Selain memeriahkan Dies Natalis Sanata Dharma ke-59,  Dayak Nite juga bertujuan untuk menjalin silaturahmi mahasiswa-mahasiswi Dayak di sekitar kampus,” ujar ketua panitia Dayak Nite, Herius Sardike.  Acara yang diadakan oleh Komunitas Pakat Dayak Universitas Sanata Dharma ini menggabungkan seni tari dan musik. Pengisi acara berasal dari Universitas Sanata Dharma, Universitas Atma Jaya, dan Institut Seni Indonesia.
Dayak Nite berlangsung mulai pukul 19.30 WIB sampai pukul 22.00 WIB. Tarian Pakat Dayak I menjadi pembuka acara tersebut. Parade Sape, Tarian I Kutai, Tarian Pakat Dayak II, Harmony Rinjuang, Tarian Dayak Wahea, NOS Band merupakan penampilan selanjutnya. Acara tersebut ditutup dengan Instrumen Pakat Dayak dan Tarian Pakat Dayak III.
Persiapan Dayak Nite dimulai sejak Maret 2014. Persiapan acara tersebut cukup panjang karena membutuhkan koordinasi yang lebih dengan pengisi acara dari universitas-universitas lain. Menurut Lufi, panggilan akrab ketua panitia Dayak Nite, panitia mampu bekerja sama dengan baik mulai dari persiapan acara hingga acara berlangsung. “Meskipun egoisme dari masing-masing pribadi sempat menjadi halangan, sikap saling menghargai dan pengertian mampu meredanya,” tutur Lufi.
“Saya senang, antusiasme penonton meningkat di tahun ini,” kata Lufi. Acara tersebut sudah diadakan empat kali, yaitu pada tahun 2010, 2011, 2012, dan 2014. Jumlah penonton sempat menurun pada tahun 2012 karena hujan deras yang mengguyur daerah Jogja. Tak hanya penonton asal Kalimantan saja yang datang, penonton dari Jawa juga tertarik dengan acara tersebut. “Acaranya keren, saya mau nonton sampai selesai,” kata Al, seorang alumni Teknik Mesin Universitas Sanata Dharma yang berasal dari Jogja.
Anton Heryono, M.Hum., sebagai pembina Pakat Dayak, juga mengungkapkan kebanggaannya atas keberhasilan Dayak Nite tahun ini. “Saya kira pertunjukan tahun ini adalah yang terbaik,” ungkap Anton. “Teman- teman Pakat Dayak tetap berpijak pada tradisi mereka. Namun, mereka juga memberi sentuhan dan kreasi baru. Mereka menggarap acara ini dengan serius,” tambahnya.
“Harapan saya sendiri, saya ingin membangkitkan semangat Pakat Dayak dan ingin mengajak teman-teman yang tertarik dengan budaya Dayak untuk bergabung dengan kami,” jawab Lufi saat ditanya reporter natas perihal kelanjutan acara ini. “Semoga acaranya bisa diadakan lagi tahun depan,” lanjutnya. 
Penulis : Clara Carissa
Reportase bersama : Ahmad Fajar, Andi Gunawan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *