Sastra Inggris Selenggarakan LSC


LSC 2014 dibuka oleh Rm. Andalas

Untuk kedua kalinya Program Studi Sastra Inggris Universitas Sanata Dharma menyelenggarakan Literary Studies Conference (LSC). Kali ini, acara berlangsung dari 16-17 Oktober di Gedung Pusat Kampus III Universitas Sanata Dharma, Paingan. Acara ini diadakan untuk menunjukkan kepada masyarakat bahwa melalui pembahasan tentang bahasa dan sastra untuk memberi sumbangsih pada masyarakat.
Anna Fitriati, Ketua Panitia LSC, mengungkapkan bahwa LSC adalah salah satu wujud kontribusi prodi untuk mengembangkan penelitian. Anna menambahkan konferensi ini juga memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk bisa mengekspresikan diri. Acara yang mengusung tema De/Reconstructing Southeast Asian History through Literature ini diharapkan mampu memberikan perspektif baru terhadap karya sastra di Asia Tenggara.
Pam Allen dari University of Tasmania, Australia, mengatakan bahwa sejak masa kolonialisme, para penulis Indonesia telah mengangkat realita politik sosial sebagai bahan penulisan mereka. Bahkan ketika bangsa Indonesia tengah berada di bawah tekanan rezim orde baru, Seno Gumira Ajidarma berkata “Ketika jurnalisme dibungkam, sastra yang harus berbicara.”
Acara diakhiri dengan pemaparan dari Prof. Reyes dari Ateneo de Manila University, Filipina, tentang seni peran di Filipina. Di dalam presentasinya, Reyes memberi gambaran tentang berbagai macam tarian adat dari berbagai daerah di dunia. Beliau memaparkan bahwa setiap daerah memiliki gayanya sendiri dalam memainkan seni peran, seperti tarian perang, tarian pengusir roh jahat, dan tarian untuk mengucap syukur.
Rm. Andalas selaku Wakil Rektor III Universitas Sanata Dharma (WR III USD) mengatakan bahwa sastra Asia masih terbelakang untuk dikenali karena menggunakan bahasa ibu (bahasa daerah-red) yang bukan merupakan bahasa internasional. Andalas menambahkan sastra di Asia Tenggara harus bersuara. WR III USD ini juga menanggapi positif kegiatan ini.
Penulis: Laksmi Anindita
Reportase Bersama: Azizta Laksa M.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *