Bersinergi Menggapai Mimpi Dalam INSADHA 2018

       Yogyakarta – Sekitar seribu mahasiswa baru (maba) turut berpartisipasi sebagai peserta Inisiasi Sanata Dharma (INSADHA) 2018 gelombang pertama. Upacara pembukaan dilaksanakan pada Kamis pagi (02/08) di Auditorium Driyarkara, Universitas Sanata Dharma. Kurang lebih terdapat 800 orang di gelombang kedua maupun ketiga. Mahasiswa lain cukup antusias mengikuti kegiatan yang rutin dilakukan tiap tahun ini dan memenuhi banyak tempat guna melihat INSADHA secara lebih dekat. Tak sedikit pula warga sekitar yang ikut menyaksikan kegiatan tersebut. Meski begitu, sebelum memulai kegiatan, nampak panitia yang masih belum siap di posnya masing-masing. “Acara berlangsung cukup lancar meskipun saat briefing pagi masih terlihat kewalahan perihal masalah teknis,” ujar Pandu selaku Steering Committee (SC).

       Tahun ini INSADHA mengangkat tema Gembira Menggali Potensi, Bersinergi Menggapai Mimpi. “Dalam tiap potensi yang ada, tiap individu kan punya mimpi masing-masing, perlu sinergi untuk saling mewujudkan mimpi dan saling membangun sinergi yang positif,” ujar Pandu saat ditanyai di Auditorium. “Tema yang diangkat memiliki tujuan untuk membimbing maba mengembangkan potensi diri yang dimiliki untuk kedepannya dapat berdinamika dengan baik di Sanata Dharma,” balasnya. INSADHA 2018 kali ini juga akan dimeriahkan dengan pembicara yang didatangkan dari luar kampus dan juga jingle INSADHA yang sudah menjadi budaya dalam inisiasi setiap tahunnya. Pada gelombang pertama ini, pembicaranya adalah Andreas Pasolympia dan Andri Rizki Putra. Di gelombang kedua yaitu Butet Manurung dari komunitas Book for Mountain. Selanjutnya pada gelombang ketiga akan diisi oleh Heni Sri Sundani dan Komunitas Gajah Wong. “Dana yang dihabiskan untuk pelaksanaan INSADHA tahun ini sekitar 380 juta rupiah, sedikit lebih banyak dibanding tahun lalu,” sebut Pandu.

Maba tampak bersemangat mesti telah seharian mengikuti INSADHA. Doc: natas

       “Awalnya kami kira ospek itu bakal dimarah-marah atau dibentak, tapi ternyata di Sanata Dharma malah seru dan baik banget,” ujar tiga orang maba yang kami tanyai. Meski harus bangun dari subuh dan menjalani serangkaian kegiatan inisiasi yang padat dalam satu hari, maba tetap bersemangat sampai akhir kegiatan inisiasi di hari itu. “Sebelum INSADHA, teman-teman maba memang sudah saling mengenal karena pernah ngumpul-ngumpul bareng. Makanya saat di hari pertama saja sudah heboh dan tidak canggung satu sama lain.” Ucap Kiki selaku Pendamping Kelompok.

 

Penulis: Jhon Cipta Levrando Aritonang

Editor: Rusdiyanti

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *