Festival Seni Karawitan Gending Gerejani: Menciptakan Rasa Kerukunan dan Kedamaian Melalui Musik

Unit Kegiatan Mahasiswa Seni Karawitan Universitas Sanata Dharma  kembali menggelar Festival Seni Karawitan Gending Gerejani dengan tema “Irama Gamelan Menyebarkan dan Menyuburkan Kesabaran serta Kerukunan”. Festival ini diselenggarakan pada hari  Minggu, 6 Mei 2018 di Panggung Terbuka Realino Kampus II Universitas Sanata Dharma, Mrican  dan diikuti oleh kelompok Srageni dari berbagai gereja dan komunitas Srageni di pulau Jawa.

Ketua Panitia Festival Seni Karawitan Gending Gerejani, Cecilia Yaniska mengatakan, festival ini merupakan salah satu cara untuk melestarikan gamelan, selain itu para peserta bisa saling bertukar pikiran dan berbagi pengalaman.

Penampilan dari Gereja Santo Paulus Pringgolayan (Foto: natas)

“Ini merupakan bentuk apresiasi kami dalam gending gerejani. Selain itu, kami juga berharap dapat menunjukan rasa ketentraman dan kerukunan melalui musik,” ujar Cecilia.

Festival ini juga dimeriahkan dengan kehadiran bintang tamu, Endah Laras. Ia mengungkapkan kekaguman pada Universitas Sanata Dharma yang selalu mengadakan Festival Srageni walaupun bukan merupakan institusi seni. “Saya kagum dengan niat Universitas Sanata Dharma dalam menjaga dan melestarikan kesenian terutama gamelan, itu tidak main-main,” ungkapnya saat memberikan kata sambutan.

Surat (50) salah satu pengunjung Festival Srageni mengaku senang dengan adanya festival seperti ini. “Kita dapat menumbuhkan rasa cinta kepada seni traditional Jawa melalui festival-festival budaya seperti ini. Gamelan merupakan kebudayaan Indonesia, kalau bukan kita yang melestarikan siapa lagi. Orang luar negeri saja sangat suka dengan budaya kita, kita juga harus mencintai budaya sendiri,” ujarnya.

Penulis: Christin Ayu

Reporter: Agnes Pearlyta, Christin Ayu

Editor: Iren Lejap

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *