ACFF 2014, Membangun Kesadaran Antikorupsi Lewat Film

dok. natas Nedi Panjaitan, pembuat 
video citizen journalism
Rabu (10/12) ini merupakan hari kedua pemutaran film nominasi Anti-Corruption Film Festival 2014 (ACFF 2014) di ruang D2 Grha Sabha Pramana, Universitas Gadjah Mada. ACFF 2014 digelar oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam rangkaian acara Festival Antikorupsi 

Film pertama yang ditayangkan merupakan nominasi Film Pendek Fiksi Pelajar yang berjudul Ijolan yang dibuat oleh Eka Susilawati, seorang pelajar asal Purbalingga


Film garapannya, Langkah Receh, pernah memenangkan Festival Film Solo (FFS) tahun 2012 kategori pelajar. 


Jumrah, buatan Mulyantojoyo menjadi film kedua yang ditayangkan. Film tersebut masuk nominasi Film Pendek Diksi Umum.


Kemudian, Juru Parkir Difabel yang Kuat dan Jujur karya Mulyadi Abdillah dan Proyek Jembatan Terbengkalai karya Nedi Panjaitan menjadi video citizen journalism yang diputar.


 Dalam videonya, Proyek Jembatan Terbengkalai, Nedi menyoroti masalah pembangunan sebuah jembatan di Tanjung Balai, Sumatera Utara

Pembuatan jembatan beranggaran 11 Milyar tersebut sudah sekitar dua tahun tak kunjung selesai. Hanya fondasi saja yang ada wujudnya.


Dinominasikannya film Proyek Jembatan Terbengkalai membuat Nedi yang merupakan lulusan Fakultas Hukum Universitas Simalungun, Sumatera Selatan bisa bertandang ke Yogyakarta, padahal sebelumnya dia belum pernah keluar Sumatera. 

Film ini dibuat oleh Nedi khusus untuk ACFF 2014. Sebenarnya Nedi sering membuat film berbentuk citizen journalism, di antaranya berkisah tentang rumah sakit yang terbengkalai serta traffic light yang mati sejak beberapa tahun terakhir. 


Proyek-proyek yang terbengkalai itu akhinya ditindaklanjuti oleh pemerintah.


Cuplikan dari film Ijolan. Sumber: acffest.org

Tema yang disorot Nedi umumnya adalah fasilitasnya 
memprihatinkan. Lewat film-film yang dibuatnya dalam bentuk citizen journalism, Nedi ingin mengajak masyarakat untuk lebih aktif mengawasi proyek pemerintah yang tidak terselesaikan. “Jadi pergerakan perubahan adalah kita, warga-warga yang seperti kita ini, ujarnya.


Penulis &Reporter :  Istu Septania, Rosa Vania, Roswita Rambu Lodang


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *