Teater IPPAK Mensketsa Rakyat

Rakyat : Pertunjukan Teater Rakyat IPPAK 2015

“Rakyat bukanlah segerombolan manusia tanpa akal dan tanpa hati!” seru segerombolan pemain berkaus putih yang memerankan rakyat.

Mahasiswa-mahasiswi semester dua Program Studi Ilmu Pendidikan Kekhususan Pendidikan Agama Katolik (IPPAK) Universitas Sanata Dharma adakan Teater Rakyat pada Jumat (20/2) di Auditorium IPPAK. Teater yang disutradarai oleh F.X. Tri Mulyono, S.Ag tersebut berjudul Rakyat dalam Sketsa. Acara ini masuk dalam mata kuliah Pendidikan Teater.

Dalam sambutannya Rm. Iswarahadi, S.J. direktur Studio Audio-Visual PUSKAT Yogyakarta menuturkan bahwa sudah lebih dari 30 tahun PUSKAT mengadakan pelatihan teater rakyat. Pertunjukan kali ini menyuarakan keprihatinan masyarakat pada umumnya. “Diharapkan mahasiswa-mahasiswi IPPAK dapat menjadi calon katekis yang komunikatif,” tambahnya.

Ketua Panitia Bonifasius Wikan Katara

Ketua panitia Bonifasius Wikan Katara menjelaskan konsep acara, “teater ini mengangkat kisah di Malioboro yang belum terungkap dengan detail,” ujarnya.

Ia mengatakan bahwa selama ini yang terlihat di Malioboro hanya bungkusnya saja. Kebanyakan orang tidak melihat apa yang sebenarnya terjadi di Yogyakarta. Kemudian, pemain mendalami peran sebagai penjual jamu, pemulung, penjual baju serta satpol PP dan mengaplikasikannya dalam teater.

Di tengah-tengah pertujukan, panitia menyediakan kursi-kursi tambahan. Banyaknya penonton yang datang melebihi kursi yang sejak awal disediakan panitia di Auditorium. Pembagian door prize oleh pembawa acara menandai berakhirnya Teater Rakyat ini.

Penulis: Rosa Vania Setowati
Fotografer: Azizta Laksa M.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *