Sepotong Memori Gus Dur

Saat memanjatkan doa dan pembacaan puisi untuk Gus Dur di Auditorium Kampus II  Gedung Pusat Universitas Sanata Dharma / foto by Mila Anggreni

                     Yogyakarta, Universitas Sanata Dharma (USD) –  Selama ini masyarakat memandang tradisionalisme merupakan hal yang masih tertinggal dan terkubur karena ditutupi dengan modernisasi . Tindakan yang dilakukan oleh Gus Dur memberi dampak signifikan dan berpengaruh besar bagi masyarakat untuk membangkitkan sikap toleransi antar sesama. Meninggalnya Gus Dur membuat kosongnya budaya,” ujar istri(Alm) Nyai Hj. Shinta Nuryah Wahid.

                      Senin(5/02) merupakan puncak acara peringatan “ Sewindu Haul Gus Dur” yang digelar hampir satu bulan di enam puluh jaringan dan puncak acara ini bertempat di Auditorium Universitas Sanata Dharma. Kegiatan ini mengusung Tema “Ziarah Budaya Menjadi Gus Dur Menjadi Indonesia” dengan menghadirkan tiga narasumber yakni Nyai Hj. Shinta Nuriyah Wahid selaku istri dari Bapak Abdurahman Wahid(Alm), Prof. Mahfud MD, dan Buya Syafii Maarif serta dimeriahkan oleh artis ibu kota Jakarta,  Glenn Freedly.

                      Muhammad Fakhrur Rifali selaku ketua panitia menyatakan bahwa yang melatarbelakangi acara ini adalah masyarakat Indonesia yang akhir-akhir ini banyak mengalami dinamika, baik dalam sosial, budaya, sara, kemanusian dan paling gentar adalah tentang permasalahan  keagamaan.”Agama jauh dari kemanusian, untuk itu kita perlu mengampanyekan kepada seluruh generasi muda,” ungkap Fakhrur. Ketua panitia ini juga berharap kedepannya generasi muda bisa meneladani nilai-nilai perjuangan yang telah diperjuangkan oleh Gus Dur dan wajib memperkenalkannya di kalangan ada muda serta masyarakat.

                      “Bangga rasanya bisa ikut ambil bagian mengisi acara Ziarah Budaya ini dalam peringatan Sewindu Haul Gus Dur, dengan mementaskan Sebuah tarian  Harmoni Penyambutan yang berasal dari Papua,”  Lanjutnya. Selain itu menurut Giovani selaku anggota dari salah satu pengiri acara mengaku  Gus Dur adalah seseorang yang luar biasa karena mampu menjunjung tinggi divergensi budaya dari masing-masing daerah.

Saat menyanyikan sebuah lagu kebangsaan di Auditorium Kampus II Gedung Pusat Universitas Sanata Dharma / foto by Mila Anggreni

                      Yasin selaku peserta juga mengatakan hal yang tak jauh berbeda, bagi Yasin Gur Dur adalah sosok yang memberikan inspirasi tersendiri dan belum ada yang berani menegakkan keadilan seperti beliau. “ Tidak semua orang mesti sama, pasti ada perbedaan dan persamaan muncul ketika rasa toleransi menjadi bagian dalam kehidupan,” ujarnya.

 

Reporter  : Veronika S. D.Wiran, I Gusti Komang Mila A.D, dan Zay Eka

Penulis     : I Gusti Komang Mila A.D dan Veronika S.D. Wiran

Editor       : Fika Rosario

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *