Senyap Diputar, Jogja Tak Bungkam

Pemutaran film senyap di UIN SUKA
Pemutaran Senyap secara terbuka di Yogyakarta akhirnya berhasil dilaksanakan. Pemutaran ini berlokasi di Student CenterUIN Sunan Kalijaga pukul 10:00 WIB pada Rabu (11/3). Keberhasilan dari acara ini tidak lepas dari konsolidasi yang kuat dan dukungan massa dari mahasiswa dan masyarakat yang ditargetkan berjumlah 1000 orang. Front dari berbagai elemen ini antara lain terdiri dari Rhetor, PPMI, PMII, HMI, Arena, IMM, SMI, LBH dan FMM.


Setelah pemutaran Senyap, acara dilanjutkan dengan sesi diskusi. Roy Murtadho dari Pokja 65 sekaligus penggiat pesantren Tebu Ireng, Jombang menjadi pembicara tunggal dalam Diskusi “Rakyat Menonton Senyap, Rakyat Menggugat”. Diskusi yang berlangsung selama satu setengah jam berjalan dengan aman tanpa ada gangguan dari pihak mana pun.

Sebelum Senyap diputar, suatu organisasi massa mendatangi UIN. Polisi pun berdatangan. Namun, tidak ada kerusuhan yang terjadi. Ormas tersebut tidak sampai membubarkan acara namun hanya memberikan ancaman. Selama kegiatan berlangsung, gerbang utama untuk masuk dalam kawasan Student Center juga dikunci untuk menjaga keamanan. Truk-truk polisi terlihat berada di sekitar gerbang hingga setelah acara selesai.

Suasana diskusi bersama Roy Murtadho

Pada sesi diskusi, Roy memuji keberanian mahasiswa-mahasiswa UIN yang tetap mengadakan acara Senyap tersebut. “Agenda utamanya adalah teman-teman ini menjadi penyintas, menjadi bagian dari breaking the silence ketika ketidakadilan merebak di depan mata kita,” ujarnya sebagai pembuka dari sesi diskusi. Selanjutnya, diskusi membicarakan tentang pencarian kebenaran di balik peristiwa G30 September serta peran NU dan tokoh Islam dalam peristiwa tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *