AFTA dan Tantangan Generasi Muda

Sabtu (25/11) bertempat di Auditorium Driyarkara, mahasiswa-mahasiswi Program Studi Ekonomi kembali mengadakan Economics Learning Competition (ECL), sebuah lomba penulisan esai dan feature untuk mengangkat sekaligus memberi solusi akan masalah sosial ekonomi di Yogyakarta. Tidak hanya lomba, terdapat pula seminar dengan tema “Generasi Muda Kekinian (Kreatif, Kinerja, Niat, dan Nyata)”. Berbeda dengan tahun lalu, kali ini para panitia mengundang narasumber-narasumber yang kompeten di bidangnya, seperti Eko Suwanto (Ketua Komisi A DPRD DIY) dan Novi Anathasia Purba (CEO & Founder Kama Batik) dengan moderator Antonius Budisusila (Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Sanata Dharma)

Eko Suwanto terlibat dalam tim pembuatan aplikasi Jogja Istimewa. Aplikasi yang dibuat untuk meningkatkan perekonomian Kota Yogyakarta melalui promosi UKM-UKM pada rubrik “Jogja Bisnis”. Andi Suryadi selaku koordinator acara mengaku jika rangkaian acara ECL ini diharapkan dapat membangkitkan jiwa para mahasiswa untuk berwirausha. “Kami ingin bahwa sebagai generasi muda pelajar atau mahasiswa itu melek terhadap perkembangan teknologi di jaman sekarang lebih-lebih terkait Asean Free Trade Area (AFTA)”, ucapnya ketika diwawancarai oleh natas.

sumber gambar dan video : dokumentasi ELC

penulis & reporter  : Atanasius Magnus

editor                       : Benediktus Fatubun

 

Satu tanggapan untuk “AFTA dan Tantangan Generasi Muda

  • 28 November 2017 pada 5:28 pm
    Permalink

    As a result of their efforts, Positive View’s events have received
    coverage from the 3 global television networks and still have already been streamed for online viewing.

    These guides enable you to practice when you are prepared and also have the time to do so.
    Painting is an authentic gift due to its long life and utility.

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *