Bersama Kritisi Pansus, Insadha 2015 Lebih Rapi dan Transparan

Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Sanata Dharma menyelenggarakan sosialisasi Standard Operational Procedure Pansus Insadha 2015 pada 14 April 2015 di ruang K.13, Kampus I, Mrican. Selain pembacaan isi dari tiap ayat, peserta, yang merupakan perwakilan dari organisasi kemahasiswaan USD, juga bisa bertanya dan mengkritisi SOP tersebut. Pansus Insadha adalah acara yang diselenggarakan oleh BEM dalam menentukan panitia inti dan koordinator bagi Inisiasi Sanata Dharma 2015.

Persiapan Insadha tahun ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Kali ini, lebih banyak elemen mahasiswa yang dilibatkan dalam persiapan Insadha. Organisasi mahasiswa yang dilibatkan yakni Unit Kegiatan Mahasiswa, Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas, Himpunan Mahasiswa Jurusan, Himpunan  Mahasiswa Program Studi, dan Dewan Perwakilan Mahasiswa Universitas serta perwakilan panitia Insadha tahun sebelumnya.

Ormawa-ormawa ini bersama-sama akan menentukan konsep untuk Insadha 2015 dari tema besar hingga panitia yang terlibat. Tahun lalu, persiapan Insadha hanya melibatkan DPMU, BEMF, BEMU, dan panitia Insadha sebelumnya.

Sejak akhir tahun 2014 ormawa-ormawa sudah diberitahu mengenai sistem persiapan Insadha yang akan melibatkan lebih banyak elemen mahasiswa. Kegiatan pra-Pansus, yang menentukan tema besar Insadha, menampung sekitar 18 usulan dari organisasi kemahasiswaan yang kemudian disarikan menjadi satu tema. Lalu, dilanjutkan dengan kegiatan Pansus, yakni pemilihan panitia Insadha, yang juga akan melibatkan perwakilan ormawa USD.

Butir-butir SOP Pansus disusun oleh Kementrian Dalam Negeri BEM USD, kemudian dirancang bersama jajaran BEMU dan akhirnya disosialisasikan kepada elemen-elemen mahasiswa. Pada sosialisasi tersebut, terdapat beberapa perubahan dalam SOP. Salah satunya mengenai keterlambatan. Toleransi waktu keterlambatan dalam Pansus diberikan 15 menit ditambah dua kali 30 menit penundaan jika belum quorum. Jika  quorum belum tercapai setelah 30 menit kedua maka keputusan memulai atau menunda Pansus diberikan kepada forum.

Namun, sebagian dari forum tidak setuju dengan ketentuan ini. Menurut Puput, perwakilan dari UKM Teater Seribu Djendela (TSD), jika waktu yang diberikan untuk mentoleransi keterlambatan peserta Pansus terlalu banyak malah akan memelihara kebiasaan terlambat dalam event tersebut dan acara-acara lainnya. Forum kemudian memutuskan toleransi waktu keterlambatan peserta Pansus Insadha menjadi satu kali 15 menit.

Perubahan lain terjadi dalam tata cara pemilihan panitia. SOP yang dirumuskan oleh BEMU tidak memuat alokasi waktu untuk pemilihan panitia. Melihat kembali pengalaman kegiatan Pra-Pansus, musyawarah berlarut-larut hingga berjam-jam karena keputusan selalu dilemparkan ke forum tanpa adanya batas waktu pembahasan. Akhirnya, dalam acara sosialisasi ini, forum sepakat untuk membuat alokasi waktu agar Pansus nanti bisa berjalan lebih efektif dan efisien.

Pansus akan diselenggarakan di Fakultas Teologi Wedha Bakti Sanata Dharma, Kentungan pada 17 hingga 18 April 2015. Persiapan Insadha yang sedang berjalan sudah melalui rangkaian evaluasi pelaksanaan Insadha 2014, sosialisasi Pra-Pansus, Pra-Pansus, serta sosialisasi SOP Pansus.

Aprilini Khaterin Johan, Gubernur Fakultas Farmasi, menilai bahwa penyelengaraan sosialisasi SOP pansus dengan melibatkan elemen mahasiswa merupakan hal yang penting. “Penyelengaraan dan keterlibatan ini masih sesuai dengan lini kita yaitu lini mahasiswa,” ujarnya pada natasdi akhir acara sosialisasi. Namun, Khaterin menyayangkan masih kurangnya kontribusi peserta dalam menyumbangkan ide dan gagasan dan berharap semua dapat berkontribusi agar persiapan Insadha ini berjalan lancar.

Penulis dan Reporter:
Istu Septania dan Ira Rambu Lodang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *