Pakat Dayak Sebagai Ajang Pelestarian Budaya

Penampilan tari-tarian pada acara Dayak Nite (5/11). Dok: Eka Pranata Putra Zai

                Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta- Untuk memeriahkan kegiatan Dies Natalis ke-54, Komunitas Pakat Dayak kembali menggelar acara Dayak Nite, yang berlangsung di Auditorium Driyakara, Minggu (5/11). Acara Pakat Dayak ini mengangkat tema “Pererat Integrasi Bangsa, Merangkul Budaya Leluhur”. Rangkaian acara yang dilaksankan berupa tari-tarian, budaya Dayak dari Kalimantan.

                Acara Pakat Dayak ini sudah berlangsung sejak tahun 2010,dan sudah menjadi acara tahunan Komunitas Pakat Dayak. Komunitas ini didirikan untuk merangkul pemuda-pemudi dayak, yang berada dan tinggal diluar Kalimantan untuk mau melestarikan budaya leluhurnya. Peserta yang terlibat dalam acara ini yaitu mahasiswa-mahasiswi yang masuk dalam Komunitas Pakat Dayak, baik dari Kalimantan maupun dari luar Kalimantan. Acara ini juga melibatkan beberapa dosen, sebagai Pembina dan penanggung jawab dalam menyukseskan kegiatan ini.

                Tujuan diadakannya acara ini yaitu untuk melestarikan budaya leluhur, khususnya pakat dayak dan untuk memperkenalkan budaya-budaya dari Kalimantan, baik ditingkat Nasional maupun Internasional. Bukan hanya itu, acara ini juga bertujuan untuk mempersatukan masyarakat Indonesia dan menumbuhkan rasa cinta akan budaya yang dimiliki, lewat acara Komunitas Pakat Dayak ini. Kegiatan ini diharapkan sudah mewakili semua budaya yang ada di Indonesia, sehingga dengan begitu masyarakat Indonesia akan lebih mencintai lagi budaya yang dimilikinya,” ujar Andro sebagai ketua panitia Dayak Nite. Dia juga memaparkan bahwa kita sebagai generasi muda yang hidup di zaman modern, tidak boleh melupakan asal-usul dan budaya kita, melainkan kita harus terus menjaga dan melestarikannya dimanapun kita berada.

                Kegiatan ini juga dimeriahkan dengan didatangkannya gstar-gstar dari Kalimantan, seperti Uyau Moris, RKS Project, Tinoame, Tengku Fadly, dan Komunitas tari dari Universitas Atma Jaya.  Semua kegiatan yang dipentaskan berlangsung dengan baik dan meriah, acara ini juga mendapat respon positif dari para penonton. Karena acara ini dapat merangkul pemuda-pemudi dari berbagai etnik dan dapat mempersembahkan serta melestarikan budaya leluhur, lewat Komunitas Dayak. Setelah acara ini selesai, panitia dan para gstar mengharapkan agar kita sebagai pemuda pemudi dapat mempertahankan dan melestarikan kebudayaan yang kita miliki. Karena lewat kebudayaan inilah kita bisa mempersatukan bangsa

Penulis: Eka Pranata Putra Zai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *